Inflasi Januari Diramal 0,35%, Gara-gara Cabe-cabean!

Inflasi Januari Diramal 0,35%, Gara-gara Cabe-cabean!

Terbaiknews - Menambah proyeksi Bank PermataJakartaCNBC Indonesia - Laju inflasi Indonesia pada Januari 2021...
  • Menambah proyeksi Bank Permata

Jakarta, CNBC Indonesia - Laju inflasi Indonesia pada Januari 2021 diperkirakan melambat ketimbang bulan sebelumnya. Meninggalkan 2020, sepertinya dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) belum sepenuhnya reda.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi Januari 2021 pada 1 Februari 2021. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi bulanan (month-to-month/MtM) sebesar 0,35%. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) ada di 1,65%. Kemudian inflasi inti secara tahunan diperkirakan 1,53%.


Institusi

Inflasi MtM (%)

Inflasi YoY (%)

Inflasi Inti YoY (%)

CIMB Niaga

0.3

1.6

1.52

Bank Danamon

0.33

1.63

1.53

ING

-

1.8

-

Danareksa Research Institute

0.35

1.7

1.62

Maybank Indonesia

0.39

1.69

1.61

Bank Mandiri

0.36

1.66

1.54

Citi

0.1

1.4

-

BNI Sekuritas

0.39

1.69

-

BCA

0.34

1.64

1.51

Bank Permata

0.35

1.64

1.53

MEDIAN

0.35

1.65

1.53

Jika sesuai dengan ekspektasi pasar, maka laju inflasi Tanah Air melambat. Pada Desember 2020, inflasi MtM adalah 0,45%, YoY 1,68%, dan inflasi inti 1,6% YoY.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan secara umum terjadi kenaikan harga di tingkat konsumen. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pekan III, inflasi Januari 2021 diperkirakan 0,37% MtM. Ini membuat inflasi tahunan menjadi 1,67%.

"Penyumbang utama inflasi yaitu cabai rawit sebesar 0,1% (MtM), tempe dan tahu masing-masing sebesar 0,03%, cabai merah dan tarif angkutan antar-kota masing-masing sebesar 0,02%, daging ayam ras, ikan kembung, kacang panjang, bayam, kangkung, ikan tongkol, daging sapi, emas perhiasan, nasi dengan lauk dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%. Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar -0,05% dan bawang merah sebesar -0,01%," papar keterangan tertulis BI.