IMS 2020: Dirut Wika Sebut Tak Ada Kendala Membangun Indonesia Timur

IMS 2020: Dirut Wika Sebut Tak Ada Kendala Membangun Indonesia Timur

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Tumiyana menyebut tak ada kendala berarti...

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Tumiyana menyebut tak ada kendala berarti untuk membangun IndoneSia Timur. Sebab, hampir seMUa material yang dibutuhkan ada di wilayah tersebut.

"Kalau bicara kesulitan, kita ini gak ada lagi kesulitan. Sebelum di Wika saya pernah mobilisasi barang 2.200 ton dari Surabaya ke Jayapura. Itu terbangun dengan baik," kata Tumiyana dalam acara Indonesia Millennial Summit 2020 by IDN Times di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (17/1).

Tumiyana menjelaskan, Wikajuga mempekerjakan sumber daya lokal. Sebanyak 85 persen material berasal dari lokal, sementara 15 persen material impor.

"Jangan sampai orang-orang muda Indonesia mikir beda titik satu dengan yang lain. Jadi kalau kita bicara Indonesia, ini negara kita gede, koneksinya gak susah," jelasnya.

IDN Times menggelar Indonesia Millennial Summit 2020. Acara dengan tema "Shaping Indonesia"s Future" ini berlangsung pada 17-18 JaNUari 2020 di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta.

IMS 2020 menghadirkan lebih dari 60 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial.

Ajang millennial terbesar di Tanah Air ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 pemimpin millennial. Dalam IMS 2020, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2020 yang melibatkan 5.500 responden di 11 kota di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDN Research Institute bersama Nielsen bertujuan untuk memahami perilaku sekaligus menepis mitos stereotip di kalangan millennial.

Simak hasilnya di IMS 2020 dan ikuti perkembangannya di IDN Times.

https://www.youtube.com/embed/a5PUopi6Jm0

Source : https://www.idntimes.com/news/indonesia/arifin-alamudi/ims-2020-dirut-wika-sebut-tak-ada-kendala-membangun-indonesia-timur