Heboh Bupati Ogan Ilir Pecat 109 Tenaga Medis, Ada Apa?

Heboh Bupati Ogan Ilir Pecat 109 Tenaga Medis, Ada Apa?

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memecat 109 tenaga medis yang bertugas...
Jakarta, CNBC Indonesia - Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memecat 109 tenaga medis yang bertugas di RSUD Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Pemecatan ke-109 tenaga medis yang berstatus honorer itu berkaitan dengan pelayanan terkait Covid-19.
"Mereka tidak mau menangani pasien COVID karena takut. Ada tuntutan, tapi semua sudah dipenuhi," kata Direktur Utama RSUD Ogan Ilir dr. Roretta Arta ketika dimintai konfirmasi, Kamis (21/5/2020), seperti dilansir detik.com, Jumat (22/5/2020).
"Yang diberhentikan perawat dan bidan. Kami masih punya pegawai PNS dan tenaga kesehatan yang masih mau bergabung," lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para tenaga medis itu awalnya meminta beberapa fasilitas selama Covid-19. Mereka meminta insentif uang lelah, APD dan rumah singgah sementara. Beberapa tuntutan disebut sudah dipenuhi oleh pihak rumah sakit. Namun, untuk insentif hanya dikhususkan untuk tenaga medis yang terlibat menangani pasien terkait Covid-19.
Roretta mengatakan, SK pemberhentian mereka juga telah disetujui oleh Bupati pada Rabu (19/5/2020). Sebab, SK pengangkatan pegawai honorer berada di tangan bupati. Oleh karena itu, yang berhak memberhentikan mereka adalah bupati.
Heboh Bupati Ogan Ilir Pecat 109 Tenaga Medis, Ada Apa?Foto: Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam (ist)
Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam (ist)

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam membeberkan duduk perkara terkait pemecatan 109 tenaga kesehatan di RSUD Ogan Ilir. Dia menyebut para tenaga medis yang dipecat itu "bubar" saat pasien COVID-19 datang.
"Mereka tidak masuk lima hari, nuntut insentif itu tidak ada. Mereka kerja saja belum kok. Baru datang pasien Covid-19 saja sudah bubar semua nggak mau masuk. Ya sudah tidak usah masuk lagilah," kata Ilyas kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).
"Mereka itu menuntut minta insentif, sudah kita kasih. Minta rumah singgah, itu sudah ada, pakai AC dan kasur. Minta APD bilang minim, semua sudah ada, ada ribuan," lanjutnya.
Ilyas kemudian menyebut tuntutan tenaga medis itu hanya sebuah dalih. Sebab, mereka takut saat pasien positif Covid-19 dirawat di RSUD Ogan Ilir.
"Apa yang mereka tuntut lagi, semua udah ada. Kalau dalam militer ini disersi, ya apa yang mereka tuntut sudah ada, jadi apa ini yang dituntut," ujar Ilyas.

[Gambas:Video CNBC]



(miq/miq)