Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di Thailand

Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di Thailand

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Kasus penembakan brutal yang dilakukan seorang tentara Thailandmenewaskan 26...

Jakarta, IDN Times - Kasus penembakan brutal yang dilakukan seorang tentara Thailand, menewaskan 26 orang dan membuat 40 lainnya terluka. Pelaku akhirnya berhasil ditembak mati keamanan setempat.

Kasus penembakan di Thailand ternyata bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya negeri Gajah Putih itu juga pernah terjadi kasus serupa. Bahkan, beberapa turis dan pemuka agama pernah menjadi korban penembakan oleh gerombolan orang tak dikenal.

Ini deretan kasus penembakan brutal di Thailand selama dua tahun terakhir:

1. Turis Asal India dan Laos tewas tertembak senapan milik gengster di Bangkok

Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di ThailandIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sekitar 20 orang pria tak dikenal yang diduga sebagai gerombolan gengster bersenjata api, pisau, dan tongkat, mengkibatkan tiga orang terluka. Bahkan, dua lainnya tewas akibat terkena tembakan senjata api di Bangkok,Thailand, pada 7 Oktober 2018.

Lima korban tersebut terdiri dari dua warga Thailand, dua turis asal India, dan seorang lainnya warga Laos.Penembakan terjadi di sebuah jalan belakang hotel Centara Watergate Pavillion di distrik Ratchchathewi.

Media NDTV pada 8 Oktober 2018 menyebutkan, dua korban yang tewas dalam kejadian tersebut merupakan seorang turis India, Gakhrejr Dheeraj (42), dan seorang turis asal Laos, Keovongsa Thonekeo (28). Turis asal India tersebut diketahui sedang menunggu bus di tempat parkir, setelah makan malam di restoran India di sebuah mal.

Menurut saksi mata, para pelaku berlarian dari sebuah klub hingga ke jalan, dan tiga di antara mereka melepaskan sebuah tembakan. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah melakukan kejahatannya. Sedangkan kepolisian setempat menyatakan telah menemukan senapan serbu AK47 di tempat kejadian.

2. Gerombolan separatis bersenjata di Thailand selatan tembak mati 15 orang

Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di ThailandIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebanyak 15 orang tewas, di antaranya empat sukarelawan pertahanan desa terluka akibat tembakan segerombol pemberontak separatis, yang menyerang pos pemeriksaan keamanan di Thailand selatan pada 5 November 2019.

Penyerangan dilakukan di Provinsi Yala, Thailand selatan, menggunakan bahan peledak dan paku yang disebarkan di jalanan. Provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat merupakan wilayah bagian dari kesultanan Muslim Melayu yang merdeka sebelum diambil alih Thailand pada 1990.

Dilansir Reuters, kelompok separatis tersebut diduga melakukan penyerangan sebagai upaya mendirikan sebuah negara independen. Serangan yang dilakukan saat itu, dikatakan serangan pemberontak terbesar dibandingkan yang pernah terjadi sebelumnya.

3. Dua Biksu tewas ditembak di Kuil Rattanaupap

Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di ThailandIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dua Biksu tewas akibat tembakan orang bersenjata di sebuah kuil di Thailand selatan pada 18 Januari 2019. Tembakan tersebut juga menyebabkan dua lainnya luka-luka.

Dilansir BBC pada 19 Januari 2019, saksi mata melihat orang-orang bersenjata dengan pakaian hitam tiba menggunakan sepeda motor, sebelum menyerbu Kuil Rattanaupapdan menembak para biarawan dari jarak dekat.

Dilaporkan juga serangan tersebut terjadi di Provinsi Narathiwat yang berada dekat perbatasan Malaysia, yang selama bertahun-tahun telah melihat kekerasan pemberontak itu.

Sekitar 7 ribu orang yang sebagian besar warga sipil tewas, sejak pemberontakan dimulai pada 2004.

4. Seorang tentara melakukan penembakan brutal

Gengster Hingga Sparatis, Ini Deretan Penembakan Brutal di ThailandIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Seorang tentara melakukan penembakan brutal hingga menewaskan 26 orang di Ratch Ratchasima, Thailand, Sabtu (8/2). Pelaku akhirnya berhasil ditembak mati oleh pasukan keamanan.

Pria bersenjata itu ditembak mati, setelah terpojok sepanjang malam di dalam gedung pusat perbelanjaan.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebooknya, Minggu (9/2) pagi, Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Anutin Charnvirakul memberikan ucapan selamat kepada pasukan keamanan, karena telah berhasil melumpuhkan pelaku penembakan massal di kota Thailand timur laut.

"Terima kasih polisi dan tentara telah mengakhiri situasinya. Penembak mati ditembak !!!," tulis Anutin.

Pelaku yang bernama Jakraphanth Thomma pada Sabtu (8/2) membunuh perwira komandannya, sebelum mencuri senjata dari sebuah kamp militer. Tersangka melanjutkan serangannya di jalanan dan sebuah pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima, yang juga dikenal sebagai Korat.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menyebut angka korban tewas pada Minggu (9/2) yakni 26 orang. Jumlah ini meningkat dari angka sebelumnya yaitu 20 orang. Dia juga menyebut 57 orang terluka akibat peristiwa berdarah ini.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand, dan saya ingin ini menjadi terakhir kalinya krisis ini terjadi," kata dia, setelah mengunjungi korban luka di sebuah rumah sakit di Nakhon Ratchasima, seperti dilansir BBC.

Diduga motif dari serangan itu adalah dendam Jakraphanth, setelah dia menyadari dirinya telah ditipu terkait kesepakatan tanah.