Geledah Rumah Stafsus Edhy Prabowo, KPK Amankan Dokumen Penting

Geledah Rumah Stafsus Edhy Prabowo, KPK Amankan Dokumen Penting

Terbaiknews - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan menuju ruang konferensi pers usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPKJakartaKamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebutsalah satunya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Dery Ridwasah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah, Andreau Misanta Pribadi (AMP) selaku staf khusus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Penyidik KPK mengamankan dokumen penting yang terkait dalam kasus dugaan suap penetapan izin ekspor benih lobster atau benur.

“KPK menemukan dan mengamankan dokumen yang terkait dengan perkara ini,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini menyatakan, penyidik KPK akan menganalisa dan menyita barang bukti yang diamankan dalam penggeledahan. Terlebih, Andreau Misanta Pribadi juga merupakan tersangka dalam perkara ini.

“Penyidik akan menganalisa dan memverifikasi dokumen dimaksud untuk kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam berkas perkara,” pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Mereka diantaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; dua stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Pribadi Misanta (APM); Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD); staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF) dan pihak swasta, Amiril Mukminin. Sementara diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito (SJT) sebagai tersangka.

KPK menduga, Edhy Prabowo menerima suap dengan total Rp 10,2 miliar dan USD 100.000 dari Suharjito.

Suap tersebut diberikan agar Edhy selaku Menteri Kalautan dan Perikanan memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benih lobster atau benur.

Uang Suap Benur Dipakai Edhy Prabowo untuk Beli Wine dari Wanita Ini

Keenam tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saksikan video menarik berikut ini: