Emergency Medical Train, Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Kereta

Emergency Medical Train, Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Kereta

Terbaiknews - BISA DIRAWAT DI SINI: Wali Kota Madiun (kiri) meninjau kereta isolasi di PT InkaKota Madiun. Suasana ruang isolasi di dalam kereta. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Berlokasi di PT Inka, udara yang keluar dari ruang isolasi dijamin aman karena kereta dilengkapi alat penyedot dan penyaring yang membuatnya steril. Hingga kemarin, ada 10 orang yang dirawat di sana.

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos

DULU kereta-kereta rel listrik (KRL) itu berjasa membawa penumpang melewati rute Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

Kini, berkilo-kilometer dari kawasan ibu kota, sepur-sepur tersebut bertugas mengawal penumpang jenis lain: pasien positif Covid-19.

”Kalau ada yang terkonfirmasi, kita isolasi di sini. Secara medis, protap dan pola EMT sudah disiapkan dan memadai,” kata Wali Kota Madiun Maidi kepada Jawa Pos Radar Madiun.

EMT adalah emergency medical train yang merupakan gagasan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, dan PT Inka.

Berlokasi di lingkungan PT Inka, Kota Madiun, EMT dioperasikan sejak Jumat lalu (5/2).

Ada tiga train set yang disiapkan untuk ruang isolasi darurat dengan total 24 gerbong. Perinciannya, 18 gerbong untuk merawat pasien dan 6 gerbong untuk ruang tenaga medis.

Total kapasitas sanggup menampung 252 pasien serta 72 tenaga medis yang merawat para pasien. ”Seluruh sarana-prasarana dipastikan siap,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani dalam kesempatan terpisah.

Terkait dengan nakes, pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD dr Soedono Madiun. Saat ini baru satu train set yang beroperasi dengan kapasitas 48 pasien. Dua train set lainnya sedang disterilkan.

Hingga kemarin (7/2), ada 10 pasien yang dirawat di sana. Mereka merupakan pasien bergejala ringan atau tanpa gejala (asimptomatik). Dari 12 tenaga kesehatan yang disiapkan, saat ini 5 di antaranya telah disiagakan untuk melakukan perawatan.

”Kapasitas di sini lebih dari cukup mengingat kapasitas isolasi yang disiapkan di asrama haji (Kota Madiun) yang berisi 149 tempat tidur sekarang juga tinggal terisi 20 pasien,” kata Wali Kota Maidi.

EMT dulu merupakan KRL commuterline. Senior Manager PKL, CSR Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto mengungkapkan, KRL tersebut diproduksi pada 1997. Proyek Kementerian Perhubungan tersebut resmi dioperasikan dan dikelola PT Kereta Commuter Jabodetabek yang sejak 2017 berganti nama menjadi PT KAI Commuter Indonesia, salah satu anak perusahaan di lingkungan PT KAI. ”Kereta ini dulu merupakan KRL Jabodetabek,” kata Bambang.

Kereta Isolasi Covid-19

Gerbong KRL itu berwarna dominasi merah dan putih. Ada sedikit kombinasi biru di bagian lokomotifnya. Di dalam gerbong yang dipakai untuk pasien isolasi itu masih terpajang plakat bertulis Rute KRL Jabodetabek dilengkapi peta perjalanan.

Untuk dapat beroperasi, KRL itu ditopang dengan arus listrik 1.500 VDC. Memiliki kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam dan sanggup melaju dengan kecepatan tertinggi 70 kilometer per jam.

Tiga gerbong KRL itu resmi kembali ke PT Inka pada 2018. Rencananya, gerbong tersebut diperbaiki sebelum dioperasikan kembali.

Bambang mengungkapkan, biasanya 10 tahun sekali kereta membutuhkan perbaikan besar. Selain mengoptimalkan layanan transportasi, juga mempertimbangkan faktor kelayakan dan keamanan. ”Memang rencananya dilakukan perbaikan. Tapi, karena mungkin terkendala anggaran, kami gunakan untuk mendukung penanganan Covid-19 di daerah. Ini juga wujud kontribusi kami dalam membantu pemerintah daerah.”

Emergency Medical Train, Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Kereta
BISA DIRAWAT DI SINI: Wali Kota Madiun (kiri) meninjau kereta isolasi di PT Inka, Kota Madiun. Suasana ruang isolasi di dalam kereta. (Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun)

Seluruh gerbong telah dilengkapi tempat tidur dan fasilitas kesehatan. Mulai lemari penyimpanan obat, pendingin, ventilator, hingga peranti kesehatan lain. Seluruh air conditioner (AC) dimatikan. Sebagai pengganti, dipasang exhaust untuk menjaga kualitas sirkulasi udara.

Direktur Pengembangan PT Inka Agung Sedaju memastikan bahwa virus tidak akan mengontaminasi zona lain. EMT didesain negative pressure. Exhaust berfungsi menyedot udara di dalam gerbong. Kemudian, udara disaring HEPA filter sebelum keluar ke ruang terbuka. Dipastikan pula, udara yang keluar telah steril dan aman.

”Virus yang ada di kereta itu tidak keluar dari kereta kecuali melewati HEPA filter,” jelasnya.

Satu train set isolasi darurat yang dioperasikan diletakkan terpisah dari area pabrik produksi di perusahaan kereta tersebut. Tepatnya di pojok selatan bagian barat.

Akses keluar masuk ambulans juga dipisahkan dengan rute khusus yang melewati gerbang utama di sebelah selatan. Sementara itu, akses keluar masuk karyawan PT Inka dialihkan ke gerbang utara.

Petugas sekuriti juga telah disiapkan untuk memantau zona merah tersebut. Begitu pula petugas cleaning service untuk membantu membersihkan area di luar kereta isolasi.

Maidi menilai fasilitas di EMT bahkan lebih memadai ketimbang yang ada di asrama haji. ”Untuk jaga-jaga karena tidak dapat mencari tempat mendadak, dua EMT sedang disterilkan dan siap dibuka sewaktu-waktu,” lanjutnya.

Maidi berharap EMT segera ditindaklanjuti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Agar keberadaannya dapat memfasilitasi rujukan pasien korona dari daerah lain di Madiun Raya. ”Ada tempat olahraga khusus. Jadi, setiap pagi, pasien rutin senam dan berjemur,” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini: