Dugaan Suap Edhy Prabowo, KPK Buka Peluang Tetapkan PT ACK Tersangka

Dugaan Suap Edhy Prabowo, KPK Buka Peluang Tetapkan PT ACK Tersangka

Terbaiknews - Sejumlah penyidik KPK memasuki gedung Mina Bahari IV kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)JakartaJumat (27/11). penggeledahan tersebut dilakukan usai tertangkapnya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama enam tersangka lainnya dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak; usaha; dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menetapkan PT Aero Citra Kargo (ACK), sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020, yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Hal ini dilakukan, jika KPK menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan PT ACK sebagai tersangka korporasi.

“Jika kemudian ditemukan ada bukti permulaan yang cukup, KPK tidak segan untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam perkara ini termasuk tentu jika ada dugaan keterlibatan pihak korporasi,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Selasa (1/12).

Ali menyampaikan, penyidik berencana memeriksa terlebih dahulu pihak-pihak dari PT Perishable Logistic Indonesia (PLI). Karena diduga memiliki hubungan dengan PT Aero Citra Kargo (ACK) sebagai forwarder dari eksportir benih lobster.

“Tentu info tersebut akan dikembangkan lebih lanjut oleh penyidik dengan memeriksa saksi-saksi yang diduga mengetahui hubungan PT ACK dengan PT PLI ini,” ucap Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini tak memungkiri, terdapat keterkaitan antara PT PLI dengan PT ACK dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Terlebih, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Edhy Prabowo, lembaga antirasuah sempat mengamankan seorang bernama Dipo yang diduga sebagai pengendali PT PLI.

“Fowardernya dari ACK kan memang PLI,” ungkap Ali.

Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya. Mereka diantaranya Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku swasta. (AM). Mereka bersama Edhy ditetapkan sebagai diduga penerima.

Sementara itu, diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

ICW Minta Tim OTT Edhy Prabowo Dilibatkan Dalam Pencarian Harun Masiku