Drama Abraham Damar: Jumat Dicoret Timnas, Eh Sabtu Dipanggil Lagi

Drama Abraham Damar: Jumat Dicoret Timnas, Eh Sabtu Dipanggil Lagi

Terbaiknews - Abraham Damar Grahita mencetak 25 poin saat melawan Korea Selatan pada laga perdana Grup A Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka ArenaJakarta.. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

â&;&; Entah apa yang ada dalam pikiran manajemen timnas basket Indonesia. Jumat lalu (21/2) mereka mencoret Abraham Damar Grahita karena sikap buruk dalam konferensi pers.

Dia dipulangkan.

Tapi, hal itu berubah Sabtu kemarin (22/2). Setelah bertemu PB Perbasi, timnas memanggil kembali Abraham. Pemain 24 tahun itu bakal terjun dalam pertandingan melawan Filipina hari ini.

Meski tidak jadi dicoret, Bram â&;&;sapaan Abrahamâ&;&; tetap dikenai sanksi. Dalam siaran pers PP Perbasi, Abraham hanya harus melakukan kerja sosial sebanyak satu kali dalam satu bulan sampai masa hukumannya selesai. Bentuknya seperti apa? Tidak jelas.

Abraham mendapatkan hukuman percobaan sampai 31 Desember 2020. Dia dianggap melakukan pelanggaran etika sebagai pemain Tim Nasional Indonesia yang berlaga di kancah internasional.

Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih mengungkapkan, dengan sanksi, dirinya berharap Abraham bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Dia memastikan sanksi itu tidak akan merugikan pihak mana pun.

â&;&;â&;&;Bukan kami tidak memberikan maaf. Tetapi, Bram bisa berubah dengan adanya sanksi itu,â&;&;â&;&; kata Danny ketika bertemu media di Mahaka Arena, Jakarta, kemarin. â&;&;â&;&;Kalau bisa jangan sampai merugikan rakyat Indonesia dan timnas. Juga tidak mematikan karirnya dalam dunia basket,â&;&;â&;&; lanjutnya.

Bram dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Dia kembali meminta maaf atas kejadian pada Kamis malam lalu, setelah Indonesia dihabisi Korea Selatan dalam kualifikasi Grup A Piala Asia FIBA 2021.

â&;&;â&;&;Saya mohon maaf kepada coach Toro (Rajko Toroman, Red) yang sedang memimpin latihan, Perbasi, timnas, manajer, dan rakyat Indonesia atas kelalaian dan ketidakdewasaan saya dalam press conference kemarin,â&;&;â&;&; tutur Bram.

â&;&;â&;&;Ketidakdewasaan itu juga tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga kepada timnas keseluruhan,â&;&;â&;&; imbuhnya.

Di sisi lain, Toroman memilih tidak berkomentar soal Bram. Pelatih asal Serbia tersebut mengakui apa yang diperbuat anak asuhnya itu kurang tepat. Setelah konferensi pers, Bram menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Toro. Tetapi, dia menyerahkan segala keputusan pada Perbasi. â&;&;â&;&;Saya tidak akan menghakimi dia. Dia bikin kesalahan konyol,â&;&;â&;&; ucap Toro.

Ada indikasi timnas ketakutan menghadapi Filipina tanpa Bram. Guard bertinggi 178 cm memang istimewa. Dia punya kecepatan dan akurasi tembakan sangat baik. Saat melawan Korea Selatan, dia membukukan 25 poin, tertinggi di tim Indonesia.

Karena penampilan hebatnya itulah, dia diajak berbicara dalam konferensi pers setelah laga.

Selain itu, pencoretan Bram berpengaruh terhadap kondisi psikologis tim. Point guard timnas Andakara Prastawa Dhyaksa menyebut kasus itu membuat suasana tim jadi tidak menyenangkan. â&;&;â&;&;Tidak mudah bagi para pemain untuk menghadapi situasi ini di tengah-tengah kompetisi yang sedang bergulir,â&;&;â&;&; ucapnya.

Selain kasus Bram, timnas harus menghadapi tindakan tidak profesional dari beberapa pemain lain. Yakni, keluhan Brandon Jawato, Lester Prosper, dan Arki Dikania Wisnu di media sosial. Mereka beberapa kali mengunggah sindiran buat Toroman. Intinya, tenaga mereka diperas oleh latihan yang sangat berat, tanpa ada program recovery yang baik.

Manajer Timnas Maulana Fareza Tamrella memastikan tiga pemain senior tersebut telah ditegur. â&;&;â&;&;Timnas bukan pihak berwenang memberikan sanksi. Yang jelas sudah diberi teguran keras pada saat latihan kepada tiga orang tersebut,â&;&;â&;&; ungkap Fareza. â&;&;â&;&;Mereka juga sudah minta maaf dan menghapus dari Instagram masing-masing,â&;&;â&;&; lanjut pria yang akrab disapa Mocha itu.

Gara-gara unggahan tiga pemain tersebut, publik menganggap para pemain tidak suka kepada Toroman. Minimal, tidak respek.

â&;&;â&;&;Aku sakit hati kalau orang-orang berpikir hubunganku dengan pemain tidak baik. Itu tidak benar. Para atlet sangat disiplin, pekerja keras, dan menunjukkan banyak perkembangan. Terkadang pemain tidak memikirkan pandangan publik,â&;&;â&;&; papar eks pelatih timnas Iran dan Filipina tersebut.

Empat Pertemuan Terakhir Filipina vs Indonesia

SEA Games

9 Desember 2019

Filipina vs Indonesia 97-70

William Jones Cup

19 Juli 2019

Indonesia vs Filipina 66-94

SEA Games

26 Agustus 2017

Filipina vs Indonesia 94-55

SEABA

18 Mei 2017

Filipina vs Indonesia 97-64