DPR Minta Kemenhub Evaluasi Transportasi Udara di Indonesia

DPR Minta Kemenhub Evaluasi Transportasi Udara di Indonesia

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayudameminta Kementerian Perhubungan...

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub)mengevaluasi secara menyeluruh transportasi udara di masa pandemik COVID-19. Hal itu sebagai respons dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada, Sabtu 9 Januari 2021.

"Menteri Perhubungan perlu melakukan evaluasi total terhadap berbagai hal terkait transportasi udara di masa pandemik," ujar Rifqi seperti dikutip laman resmi DPR Senin (11/1/2021).

1. FAA sudah peringatkan penggunaan pesawat Boeing 737

DPR Minta Kemenhub Evaluasi Transportasi Udara di IndonesiaCatatan penerbangan Sriwijaya Air SJ182 (Website/flightradar24.com)

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan, pada pertengahan tahun 2020 Federal Aviation Asociation (FAA) di Amerika Serikat, telah mengeluarkan rekomendasi kepada lebih dari 2.000 unit pesawat Boeing 737, khususnya Boeing 737-300, 737-400, dan 737-500 yang digunakan di seluruh dunia pada masa pandemik ini.

FAA menyebutkan tidak digunakannya pesawat dalam kurun waktu yang lama akan mengakibatkan korosi pada pesawat tersebut. Menurutnya, temuan FAA tersebut harus menjadi peringatan keras bagi berbagai maskapai di tanah air yang menggunakan pesawat Boeing 737.

“Kemenhub sejak awal harus mengantisipasi temuan FAA ini di Indonesia. Karena, musibah SJY 182 ini harus menjadi evaluasi total bagi dunia penerbangan kita di masa pandemi ini," tutur Rifqi.

2. KNKT juga diminta evaluasi peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air

DPR Minta Kemenhub Evaluasi Transportasi Udara di IndonesiaPenemuan bagian bodi Pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Minggu (10/1/2021) (IDN Times/Muhammad Iqbal)

Legislator dapil Kalimantan Selatan I itu akan meminta secara resmi kepada Pimpinan dan segenap anggota Komisi V DPR RI untuk duduk bersama Menhub beserta seluruh jajaran terkait, termasukKomite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan evaluasi total pascamusibah tersebut.

"Dari sisi teknologi penerbangan, pasti ada konsekuensi tersendiri akibat berkurangnya volume pemakaian pesawat-pesawat udara tersebut, belum lagi soal isu usia pesawat yang banyak berusia tua," ujarnya.

3. Pesawat Sriwijaya hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB

DPR Minta Kemenhub Evaluasi Transportasi Udara di IndonesiaPesawat Sriwijaya Air SJ18 (Dok. Pribadi/Panji Anggoro)

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak sebelumnya hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.