Dokter Tirta Sebut Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 kayak Gimmick

Dokter Tirta Sebut Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 kayak Gimmick

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Relawan penanganan COVID-19dokter Tirta Mandira Hudhigeram dengan...

Jakarta, IDN Times - Relawan penanganan COVID-19, dokter Tirta Mandira Hudhi, geram dengan pemerintah, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Dia menyebut Satgas COVID-19 tidak tegas dalam memberlakukan kebijakan protokol kesehatan.

"Saya melihat penegak kebijakan, Satgas, memberlakukan protokol kesehatan kayak gimmick saja,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara tvOne, Selasa (17/11/2020).

1. Titra pertanyakan keadilan penegakan protokol kesehatan

Dokter Tirta Sebut Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 kayak GimmickIlustrasi tindak lanjut SatpolPP (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Pada kesempatan tersebut, Tirta secara tegas mempertanyakan keadilan penegakan protokol kesehatan. Ia menilai, pihak yang ditindak cenderung hanya masyarakat biasa saja.

"Giliran tokoh terkenal atau anak seseorang tidak ada sanksi yang diberikan, malah terkesan dibiarkan,” serunya.

2. Bukan hanya soroti kerumunan simpatisan Rizieq, Tirta juga kritik kerumunan lain

Dokter Tirta Sebut Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 kayak GimmickBendera Bergambar Rizieq Shihab saat Aksi Bela Muslim Uighur (IDN Times/Fitang Budhi Adhitia)

Tirta menegaskan, hal yang ia soroti bukan hanya soal kerumunan simpatisan Rizieq Shihab, tetapi juga kerumunan lainnya. Misalnya, kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Solo dan Medan.

"Saya mengkritik sejak dangdutan di Wisma Atlet, saya yang disuruh klarifikasi di medsos, McD Sarinah kita juga kritik di situ, ketiga kejadian keramaian Waterboom di Medan, demo omnibus, klaster COVID-19," katanya.

3. Tirta menilai masyarakat sudah tidak percaya dengan pemerintah

Dokter Tirta Sebut Protokol Kesehatan Satgas COVID-19 kayak GimmickIlustrasi Swab Test (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)

Tirta menilai pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terus terjadi karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat seperti sudah lelah untuk patuh dengan protokol kesehatan, namun tidak ada hasil yang terlihat.

"Kenapa rakyat tidak patuh? Karena kepercayaan ke pemerintah berkurang, mereka berpikir sudah 5 bulan tidak ada hasilnya, sehingga terjadi pembangkangan sipil,” tegasnya.