Dokter Pusdokkes Polri Diperiksa soal Surat COVID-19 Joko Tjandra

Dokter Pusdokkes Polri Diperiksa soal Surat COVID-19 Joko Tjandra

Terbaiknews - JakartaIDN Times - Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Polri masih...

Jakarta, IDN Times - Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Polri masih memeriksa sejumlah saksi terkait pembuat surat keterangan bebas COVID-19 Joko Tjandra. Polri juga sudah memeriksa dokter Pusdokkes.

"Hari ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi, baik itu saksi-saksi dari internal, salah satunya dokter dari Pusdokkes, kemudian sekab yang ada di Bareskrim, itu internalnya," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020).

1. Kepolisian memeriksa saksi dari internal Polri dan pengacara Joko Tjandra

Dokter Pusdokkes Polri Diperiksa soal Surat COVID-19 Joko TjandraFoto Dokumentasi ANTARA - Terdakwa kasus Bank Bali sekaligus Dirut PT Era Giat Prima, Joko S Tjandra mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2000) (ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta)

Tak hanya memeriksa sejumlah saksi dan dokter di internal Polri, penyelidikan kasus Surat Keterangan Bebas COVID-19 untuk buronan Joko Tjandra ini, juga akan memeriksa sejumlah saksi dari eksteral kepolisian.

"Kemudian eksternalnya dari pengacara, sementara masih berlangsung. Ini dilakukan untuk menentukan sejauh mana penyidikan ini dilangsungkan, nanti hasilnya akan disampaikan oleh rilis berikutnya,” ujar Ramadhan.

2. Status tersangka akan ditetapkan setelah ada dua alat bukti cukup

Dokter Pusdokkes Polri Diperiksa soal Surat COVID-19 Joko TjandraFoto Dokumentasi ANTARA - Terdakwa kasus Bank Bali sekaligus Dirut PT Era Giat Prima, Joko S Tjandra mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2000) (ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta)

Ramadhan mengatakan untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini, kepolisian akan mengacu pada Pasal 66 Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2009. Menurut dia, status tersangka ditetapkan penyidik setelah hasil penyidikan memperoleh dua alat bukti yang cukup.

“Yang kedua untuk memperoleh dua alat bukti tersebut dilakukan melalui tahapan gelar perkara, jadi kami ulangi tahapan sedang berlangsung,” kata dia.

3. Polri berupaya transparan untuk membongkar kasus ini

Dokter Pusdokkes Polri Diperiksa soal Surat COVID-19 Joko TjandraANTARA FOTO/Maha Eka Swasta dan MAKI

Selain itu, Ramadhan mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan secara terbuka. Polri berjanji akan terus memberikan informasi perkembagan kasus ini.

“Sekarang masih berkisar pada proses keterlibatan kuat atau tidak untuk kasus yang saya bilang tadi, pemalsuan surat ya Pasal 263 dan penyalahgunaan jabatan. Nanti pasti berkembang terus,” ujar dia.