DKI PSBB Transisi, Hiburan Malam-Griya Pijat Belum Boleh Operasi

DKI PSBB Transisi, Hiburan Malam-Griya Pijat Belum Boleh Operasi

Terbaiknews - ILUSTRASI SPA (Istimewa/Dok. JawaPos.com)

– Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan PSBB transisi pada 12-25 Oktober 2020. Sejumlah sektor usaha dibolehkan dibuka kembali, tapi tidak berlaku untuk hiburan malam dan griya kesehatan.

“Jenis-jenis kegiatan yang memiliki risiko penularan tinggi karena pesertanya berdekatan, mengalami kontak fisik erat atau intensitas tinggi, tetap belum diizinkan beroperasi.” Demikian ketetuan yang tertulis di Pengaturan PSBB Transisi.

Adapun jenis usaha yang belum diizinkan beroperasi adalah tempat hiburan malam, spa, griya pijat, karaoke, dan kegiatan sejenis lainnya.

Sementara untuk restoran, rumah makan dan kafe diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan kapasitasnya hanya maksimal 50 persen.

“Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies dalam keterangan persnya, Minggu (11/10).

Anies mengklaim, grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar atau stabil sejak dilakukan PSBB ketat pada 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam tujuh hari terakhir.

Untuk itu, Anies Baswedan mulai mengendurkan PSBB menjadi PSBB transisi. Pada PSBB transisi ini, sejumlah tempat usaha diperbolehkan beroperasi lagi dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan. Seperti untuk restoran jumlah pengunjungnya hanya boleh maksimal 50 persen.

“Dine in pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Take away dan delivery order 24 jam,” sambungnya.

Kendati demikian, jarak antar meja dan kursi minimal 1,5 meter kecuali untuk keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Pengunjung juga dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang dan alat makan-minum disterilisasi secara rutin.

“Restoran yang memiliki izin TDUP live music/pub dapat menyelenggarakan live music dengan pengunjung duduk di kursi berjarak, tidak berdiri dan/atau melantai, serta tidak menimbulkan kerumunan. Pelayan harus memakai masker, face shield, dan sarung tangan,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini: