Dipersenjatai Mesin Spesifikasi Pabrikan, Quartararo Bisa Mengancam

Dipersenjatai Mesin Spesifikasi Pabrikan, Quartararo Bisa Mengancam

Terbaiknews - Fabio Quartararo (kiri) dan Franco Morbidelli dalam peluncuran tim Petronas Yamaha SRT 2020 di Sirkuit SepangMalaysiakemarin (6/2). (MotoGP)

â&;&; Petronas Yamaha SRT memulai debut dengan menjanjikan di pentas MotoGP pada 2019. Lewat pembalap rookie Fabio Quartararo, mereka mendobrak dominasi tim pabrikan. Tujuh podium, enam pole position, dan berada di peringkat kelima klasemen akhir melengkapi portofolio capaian rider Prancis tersebut bersama tim satelit Yamaha.

Menjelang musim 2020, Quartararo sudah memastikan masa depannya di MotoGP. Mulai musim 2021, dia bakal bergabung dengan tim pabrikan Yamaha dan bersanding dengan Maverick Vinales. Aksi impresifnya sepanjang musim 2019 menjadi salah satu pertimbangan Yamaha.

Dalam peluncuran tim di Sirkuit Sepang kemarin (6/2), Petronas SRT masih menancapkan warna hijau-hitam di motor mereka. Kabar baiknya, Quartararo dipersenjatai dengan mesin spesifikasi pabrikan sepanjang musim ini. Artinya, dia akan mendapatkan suplai mesin yang sama dengan Vinales maupun Valentino Rossi di tim utama.

Musim ini menjadi ujian konsistensi bagi Petronas Yamaha. Setelah memulai debut impresif, apakah mereka bisa memecahkan telur kemenangan musim ini? Jawaban itu sepenuhnya berada di tangan Quartararo dan Morbidelli.

Khususnya buat Quartararo, ini bakal menjadi tantangan besar sebelum bergabung dengan tim pabrikan. â&;&;â&;&;Aku belajar banyak hal dari pembalap lain tahun lalu,â&;&;â&;&; ucap Quartararo sebagaimana dikutip Crash. Dia siap berjuang melalui musim ini dengan hasil yang lebih bagus. â&;&;â&;&;Namun, aku tidak mengatakan siap bertarung untuk gelar,â&;&;â&;&; lanjutnya.

Sebagai pengganti Valentino Rossi di tim pabrikan, Quartararo punya beban sejarah besar. Berdasar kisah sukses masa lalu, Rossi pernah menjadi juara dunia di kelas 500 cc (sekarang MotoGP) meski berada di tim satelit Nastro Azzurro Honda pada 2001.

Momen yang sama dihadapi Quartararo tahun ini, jika berhasil merengkuh gelar juara di atas motor satelit, dirinya memang benar-benar layak mendapatkan kursi tim pabrikan.