Dibantai Rafael Nadal di Final, Novak Djokovic: Dia Fenomenal

Dibantai Rafael Nadal di Final, Novak Djokovic: Dia Fenomenal

Terbaiknews - JawaPos.com-Novak Djokovic sudah mengiraakan sangat sulit untuk mengalahkan Rafael Nadal pada...

JawaPos.com-Novak Djokovic sudah mengira, akan sangat sulit untuk mengalahkan Rafael Nadal pada final French Open 2020 Minggu malam WIB (11/10). Tetapi dia tetap terkejut. Sebab, Nadal bermain sangat sempurna untuk meraih gelar ke-13 di grand slam tanah liat tersebut.

Nadal sukses membantai Djokovic dengan skor 6-0, 6-2, 7-5.

“Saya tak mau banyak omong tetapi saya benar-benar dikalahkan oleh Rafa, oleh pemain yang lebih baik di lapangan ini,” kata Djokovic yang menjadi unggulan nomor satu French Open 2020 seperti dilansir Reuters.

“Dia sama sekali tak pernah gagal dan mengembalikan setiap bola, sungguh secara taktis bermain bagus. Saya merasa bermain baik sekali sepanjang turnamen ini. Saya kira saya sudah dalam performa yang hebat,” sambung Djokovic.

“Sudah pasti saya bisa bermain lebih baik, terutama pada dua set pertama. Namun dia mengejutkan saya dengan cara dia bermain, dengan kualitas tenis yang dia hasilkan,” kata Djokovic lagi.

  • Bantai Djokovic, Juara, Rafael Nadal Adalah Raja Tanah Liat Terbesar

“Dia fenomenal. Dia memainkan permainan yang sempurna, terutama pada dua set pertama,” ucap bintang asal Serbia berusia 33 tahun itu.

Delapan dari 11 game pertama harus berakhir deuce. Namun, setiap kali Djokovic mengendus peluang, Nadal menutupnya. Hebatnya, petenis Spanyol itu hanya membuat 14 kesalahan sendiri. Bandingkan dengan Djokovic yang menciptakan 52 kesalahan sendiri.

“Luar biasa. Maksud saya, saya mengagumi semua pencapaiannya, terutama pencapaian di sini,” kata Djokovic tentang rekor menang-kalah Nadal di Roland Garros yang kini menjadi 100-2.

Djokovic menggenggam bekal catatan menang-kalah 37-1 tahun ini ketika melaju ke final French Open 2020. Satu-satunya “kekalahan” yang dia alami adalah saat didiskualifikasi dari US Open karena memukulkan bola kepada hakim garis di babak keempat.

Jarang sekali Djokovic yang berpikiran tajam membuat kesalahan strategi. Namun, dia mengakui bahwa taktiknya dengan mengeluarkan banyak dropshot melawan Nadal, akhirnya malah jadi bumerang.

Nadal membaca sebagian besar taktik itu. Ini membuat tingkat keberhasilan pukulan Djokovic menjadi sangat rendah.

“Hari ini tak berhasil dengan baik, sebut saja begitu,” kata Djokovic yang sudah kalah dalam tiga final French Open melawan Nadal. “Dia memenangi banyak poin dropshot itu. Jelas saya ingin mengganggu ritmenya. Tapi dia sudah siap. Dia ada di sana, dia sudah bersiap. Dia memainkan semua pukulan yang benar hari ini,” tambah Djokovic.

Tambahan satu trofi dari French Open 2020 membuat Nadal mengumpulkan 20 gelar grand slam. Itu jumlah terbanyak dalam sejarah, sama dengan apa yang dicapai oleh legenda Swiss, Roger Federer.