Dear Warga Surabaya, Akhir Pekan Ini Jalan Mayjen Sungkono Ditutup

Dear Warga Surabaya, Akhir Pekan Ini Jalan Mayjen Sungkono Ditutup

Terbaiknews - RAWAN KERUMUNAN: Kepadatan lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono kemarin siang (2/2). Jalan yang menghubungkan Surabaya Selatan dan Barat itu akan ditutup tiap akhir pekan. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

– Beragam upaya dilakukan pemangku kebijakan untuk menekan laju angka paparan infeksi Covid-19 di Kota Surabaya. Salah satunya, membatasi mobilitas warga dengan menutup sebagian jalan. Hal itu dilakukan untuk menerapkan phisycal distancing sekaligus menghindari kerumunan di jalan yang berpotensi ramai.

Nah, giliran akses utama menuju Surabaya Barat, yaitu Jalan Mayjen Sungkono, yang ditutup pekan ini (5/2). Akhir pekan ini, tepatnya Jumat dan Sabtu malam, kebijakan itu mulai diberlakukan. Penutupan dimulai dari depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya hingga bundaran Satelit. Yang ditutup dua jalur. Panjangnya sekitar 3 kilometer.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra mengatakan, penutupan sebagian jalan sudah diterangkan dalam peraturan wali kota (perwali) Surabaya. Yakni, Perwali Nomor 2 Tahun 2021. Masyarakat yang tidak dalam keadaan darurat diminta untuk tetap di rumah saat malam. ’’Seharusnya, di kondisi seperti sekarang, kalau tidak ada kepentingan tetaplah di rumah,” terang polisi berpangkat dua melati itu.

Selama penutupan itu, 75 personel gabungan disiagakan. Mantan Kasubbidprovos Bidpropam Polda Jatim itu menyatakan, petugas yang terlibat bukan hanya dari kepolisian. Ada juga dari TNI, satpol PP, dinas perhubungan, hingga linmas. Semua berjaga selama 10 jam. Dimulai pukul 22.00 hingga 08.00 esok harinya.

Penutupan Jalan Mayjen Sungkono diperkirakan berlangsung hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali berakhir. Pemerintah menerapkan PPKM jilid II hingga 8 Februari. Setelah itu, jajaran Polrestabes Surabaya dan pemkot akan mengevaluasi kebijakan penutupan jalan.

Yang jelas, Teddy mengungkapkan, seluruh kebijakan yang diambil untuk kepentingan bersama. Penutupan juga hanya berlangsung saat malam pada akhir pekan. ’’Kami tidak tutup ketika pagi atau siang di weekdays (Senin–Jumat, Red),” ucapnya.

Apabila ada warga dengan keadaan darurat, misalnya perlu ke rumah sakit, petugas akan memberikan jalan. Teddy menyampaikan, petugas tidak akan mempersulit warga yang butuh bantuan medis. ’’Kalau memang jalurnya hanya bisa melintas di Jalan Mayjen Sungkono, ya kami persilakan lewat,” paparnya.

Sementara itu, Camat Sukomanunggal La Koli mengatakan, hanya sedikit wilayah Sukomanunggal yang akan terdampak penutupan jalan. Sebab, wilayah Sukomanunggal yang terdampak hanya bagian ujung Jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di bagian underpass. ’’Yang mungkin banyak terdampak itu Kecamatan Sawahan dan Dukuh Pakis,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa jalan menuju pusat kota mendapatkan kebijakan serupa. Di antaranya, Jalan Tunjungan dan Darmo yang terlebih dulu ditutup. Dengan skema, Senin–Kamis jalan ditutup pukul 22.00–05.00. Kemudian, untuk Jumat dan Sabtu, masyarakat dilarang melintas pukul 20.00–08.00.

Pelaku Usaha Berharap Ada Alternatif dan Pemerataan

KawasanMayjen Sungkono cukup dipadati berbagai bentuk usaha. Belum lagi, kawasan tersebut juga jadi jalan utama menuju banyak permukiman di Surabaya Barat. Wacana penutupannya tentu menuai banyak reaksi. Salah satunya, General Manager Mall Ciputra World Surabaya Lingga Fransiska.

”Alternatifnya bagaimana ya? Masalahnya, kalau orang perlu dari Surabaya Timur ke Barat, cari jalannya bisa satu jam sendiri,” ungkapnya. Jika penutupan dilakukan, Lingga berharap, ada solusi konkret dari aparat maupun pejabat. Sebab, kebutuhan warga bisa berbeda-beda.

Selama Pandemi, Banyak Istri di Surabaya yang Tinggalkan Suami

Jika hanya ingin menekan persebaran virus, menurut dia, aturan jam malam yang ketat mungkin lebih tepat dilakukan. ”Jadi, tidak terkonsentrasi di jalan besar saja. Tapi, jalan kecil atau lokasi yang banyak warkop. Itu juga perlu perhatian,” imbuhnya.

Lingga menyayangkan keputusan yang hanya berfokus pada beberapa titik, tapi menutup mata pada realitas lainnya. Sejatinya, penutupan jalan tersebut berlangsung mulai pukul 22.00 hingga pukul 08.00. Saat mal telah tutup.

General Manager Deka Hotel Budi Setiawan memprediksi, juga akan ada dampak dari penutupan jalan. Meski hotel yang dikelolanya tidak bertempat di Mayjen Sungkono, Budi sudah memperkirakan adanya dampak dan enggan berkomentar lebih panjang. ”Kami tetap mengikuti aturan pemerintah yang terbaik saja,” jawabnya singkat.

MAYJEN SUNGKONO BUKAN SEKADAR AKSES UTAMA

Denyut nadi jantung Surabaya tidak hanya berada di kawasan pusat kota. Kawasan Mayjen Sungkono juga ikut andil dalam geliat kehidupan perkotaan metropolis. Beberapa bangunan strategis berdiri di kawasan Mayjen Sungkono.

Pusat perbelanjaan: Superblok Ciputra World Surabaya, Lagoon Avenue Mall Sungkono, Golden City Mall, serta beberapa kompleks ruko.

Usaha kuliner: Beberapa restoran cepat saji hingga ruko makanan berdiri di kawasan Mayjen Sungkono.

Industri perhotelan, hunian apartemen, dan perkantoran.

Park and ride (PNR)sekaligus menjadi tempat turun dan naiknya penumpang Suroboyo Bus milik Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Saksikan video menarik berikut ini: