Datangkan Chris Paul, Phoenix Suns Lakukan Gebrakan Transaksi Besar

Datangkan Chris Paul, Phoenix Suns Lakukan Gebrakan Transaksi Besar

Terbaiknews - Pemain Oklahoma City Thunder Chris Paul beraksi saat melawan Houston Rockets pada playoff di AdventHealth ArenaOrlandoFlorida. (Andrew D. Bernstein/NBAE via Getty Images/AFP)

– Phoenix Suns membuat pergerakan transaksi pemain terbesar pertama di off-season ini. Sumber ESPN kemarin melaporkan, Suns berhasil mendapatkan point guard senior Oklahoma City Thunder Chris Paul melalui jalur trade.

Paul dikirim ke Suns bersama shooting guard asal Mesir Abdul Nader. Sebagai imbalannya, Thunder mendapatkan empat pemain Suns plus satu jatah first round pick NBA Draft 2022. Empat pemain yang dilepas Suns ke Thunder adalah Ricky Rubio, Kelly Oubre Jr, Ty Jerome, dan Jalen Lecque.

”Kami sangat antusias menyambut kedatangan Chris Paul dan Abdel Nader ke Phoenix Suns,” ucap General Manager Suns James Jones melalui rilis resmi klub tersebut dilansir ESPN.

  • Anthony Davis Tolak Perpanjangan Bernilai Rp 403,6 Miliar dari Lakers

”Kepemimpinan Chris dan jiwa kompetitifnya di setiap pertandingan akan menjadi pengaruh yang tak ternilai bagi tim kami. Attitude Abdel yang baik di dalam dan di luar lapangan juga akan melengkapi kultur positif yang telah terbangun di tim ini,” tambah Jones.

Kehadiran Paul di Suns membuat dia reuni dengan pelatihnya saat masih membela New Orleans pada musim 2010–2011. Yakni, Monty Williams. Paul menyebut Williams adalah pelatih dengan kecerdasan basket yang tinggi. Itu membuatnya selalu antusias menghadapi setiap pertandingan.

”Dulu aku selalu tak sabar menanti strategi apa yang akan dia gambar di papan pelatih sebelum laga,” ucap Paul mengomentari pelatih anyarnya di Suns tersebut.

Suns musim lalu nyaris lolos playoff dengan membuat rekor sempurna 8-0 pada lanjutan NBA yang berlangsung di Orlando. Saat itu shooting guard Suns Devin Booker menjadi bintang utama di lapangan. Kehadiran Paul diharapkan membuat pasokan bola untuk Booker makin lancar musim depan.

Selain itu, Paul akan kembali memainkan peran sebagai pembimbing rekan setimnya yang mayoritas berusia lebih muda. Hal yang sama juga dilakukan pemain 35 tahun tersebut di Thunder musim lalu.

Di bawah kepemimpinan Paul, Thunder musim lalu secara mengejutkan tampil konsisten. Mereka lolos playoff sebagai seeded lima dari wilayah barat yang persaingannya brutal.

Total, musim lalu Paul tampil rata-rata 31,5 menit per game. Catatan statistiknya apik dengan membukukan 17,6 poin, 6,7 assist, dan 5 rebound per game.