Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera Pengintai

Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera Pengintai

Terbaiknews - TulungagungIDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus mendalami adanya laporan...

Tulungagung, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terus mendalami adanya laporan penampakan Harimau Jawa, di hutan lereng pegunungan wilis Kabupaten Tulungagung. Untuk memastikan laporan tersebut, mereka memasang kamera pengintai, di tiga lokasi berbeda. Kamera ini diletakkan di beberapa titik, yang mungkin dilintasi oleh hewan langka ini.

1. Kamera bisa bertahan 3 bulan

Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera PengintaiPetugas BKSDA memasang kamera pengintai di hutan Tulungagung, IDN Times/ istimewa

Kepala Resort Konservasi Wilayah 02 Blitar, Joko Dwiyono menjelaskan kamera yang dipasang ini mampu bertahan selama tiga bulan. Secara berkala mereka akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kamera tersebut.

Pemasangan kamera ini bertujuan untuk memperoleh visual Harimau, yang dilaporkan warga muncul di hutan masuk Desa Nyawangan dan Nglurup, Kecamatan Sendang. "Untuk saat ini ada tiga kamera yang kami pasang, jumlahnya masih bisa ditambah lagi sesuai kebutuhan nantinya," ujarnya, Senin (11/01/2020)

2. Pernah ada kasus di Blitar 2010 lalu

Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera PengintaiPetugas BKSDA memasang kamera pengintai di hutan Tulungagung, IDN Times/ istimewa

Menurut Joko, keberadaan Harimau Jawa sendiri diketahui telah punah sejak tahun 1970 lalu. Apabila laporan masyarakat ini benar dan terbukti, secara ilmiah berarti mebuktikan keberadaan hewan tersebut. Pada tahun 2010 lalu di daerah Blitar masyarakat sempat melaporkan adanya kasus hewan besar yang memakan ternak.

Namun karena belum ada kamera pengintai, tidak ada pembuktiannya. “Dulu sempat ada kasus hewan besar memakan ternak warga di Blitar sekitar tahun 2010, dulu belum ada kamera pengintai jadi kelanjutannya tidak ada pembuktian ilmiah,” imbuhnya.

3. Kamera untuk menguji laporan warga

Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera PengintaiPetugas BKSDA memasang kamera pengintai di hutan Tulungagung, IDN Times/ istimewa

Sementara itu, Plh Kepala BKSDA Jawa Timur Hartojo mengatakan pemasangan kamera tersebut juga dilakukan untuk menguji laporan warga, mengingat ada beberapa versi harimau jawa yang terlihat. Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan petugas, masyarakat ada yang melihat harimau dengan kulit loreng dan totol.

"Kami memasang camera trap untuk mendefinisikan itu. Juga kami melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga. Apa bila melihat segera melaporkan dan jangan mengganggu apalagi sampai menembak," jelasnya.

4. Jika terbukti, segera lakukan tindakan

Dalami Laporan Kemunculan Harimau, BKSDA Pasang Kamera PengintaiIlustrasi Harimau yang dilihat warga, IDN Times/ istimewa

Berbeda dengan harimau tutul, harimau jawa sendiri sudah dinyatakan punah. Dari beberapa camera trap yang terpasang, harimau tutul ditemukan dibeberapa lokasi. Salah satunya di Taman Nasional Merubetiri.

Jika nanti terbukti bahwa ada harimau di hutan tersebut, tim BKSDA akan melakukan sejumlah tindakan. Diantaranya berkoordinasi dengan Perhutani dan melakukan penelitian populasi harimau ini. "Kalau ada di lokasi perhutani, maka kami akan koordinasi dengan Perhutani untuk bareng-bareng kita menjaga satwa tersebut," pungkasnya.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.