Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi, KPK Periksa 3 PNS

Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi, KPK Periksa 3 PNS

Terbaiknews - Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliarNurhadi meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di JakartaRabu (17/6/2020). Nurhadi diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto terkait tindak pidana dugaan korupsi memberi hadiah atau janji terkait pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa tiga PNS, yakni Elang Prakoso Wibowo, Sobandi, dan Ariansyah B Dali P.

Ketiganya bakalan dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2011-2016.

"Diperiksa untuk tersangka NHD [Nurhadi, eks Sekretaris MA]," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (30/7/2020).

Selain ketiga PNS, penyidik juga memanggil seorang saksi lainnya untuk Nurhadi.

Dia adalah karyawan swasta bernama Stefanus Budi Juwono Yoso Sumardi.

Diketahui, penyidik tengah berupaya keras untuk merampungkan berkas acara Nurhadi.

Teranyar, KPK tengah mendalami dugaan kepemilikan kebun kelapa sawit milik Nurhadi.

Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp46 miliar.

Suap ditujukan agar Nurhadi menangani dua perkara yang melibatkan perusahaan Hiendra di MA.

Adapun perkara yang ditangani pertama berasal dari kasus perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan perkara perdata saham di PT MIT.