Chinatown Singapura Ramai Jelang Imlek, Dikhawatirkan Klaster Covid-19

Chinatown Singapura Ramai Jelang Imlek, Dikhawatirkan Klaster Covid-19

Terbaiknews - Suasana di Chinatown Singapura yang ramai pengunjung jelang Imlek. Dikhawatirkan memunculkan klaster baru Covid-19 (The New Paper)

– Singapura sudah membatalkan bazar Tahun Baru Imlek. Namun, hal itu tidak menghentikan kerumunan orang yang tetap saja memadati Chinatown Singapura. Situasi ini dikhawatirkan oleh pakar kesehatan.

Laporan tim The New Paper yang berada di Chinatown selama tiga jam pada Sabtu (30/1), Jalan Trengganu, Jalan Kuil, dan Jalan Pagoda dipadati oleh ratusan pengunjung. Meski demikian semuanya mengenakan masker.

Tetapi menjaga jarak yang aman sama sekali tidak mungkin karena terjadi kerumunan di jalan yang padat di toko-toko. Yang juga menjadi perhatian adalah bahwa hanya satu toko di daerah itu yang terlihat menerapkan protokol SafeEntry, yang memungkinkan pelacakan kontak jika terjadi infeksi Covid-19.

Menteri Singapura Sebut Pandemi Masih Lama, Bisa 5 Tahun Baru Normal

Ketika diperlihatkan foto-foto tempat kejadian, Ahli Spesialis Penyakit Menular Leong Hoe Nam menarik napas panjang. Dia khawatir kondisi itu mengundang penularan virus Korona.

“Terlalu banyak orang. Persis seperti yang diinginkan virus. Saya mengharapkan masyarakat mengerti. Kami sudah mengalami kelelahan karena Covid-19,” katanya seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (3/2).

Dr Leong mengatakan meskipun benar bahwa masker memang memberikan perlindungan, asumsinya adalah masker harus dengan benar digunakan. Dan wajib menjaga kebersihan tangan.

“Masker hanya bagus jika cara pemakaiannya benar. Banyak yang memakainya dengan hidung terbuka dan dengan celah besar di samping,” tambahnya.

Ketika didekati, banyak pemilik toko dan asisten yang menolak berkomentar atau bersikap defensif tentang lemahnya tindakan pengamanan di daerah tersebut. “Lonjakan interaksi fisik sangat berisiko,” tegas dr. Leong.

“Kalau terus seperti ini akan terjadi peristiwa super spread atau penyebaran super,” katanya.

Lalu dr. Leong menambahkan bahwa meskipun Singapura telah berhasil melawan virus dalam beberapa bulan terakhir, jika belakangan goyah maka bisa percuma. Ini ditambah dengan tantangan yang terjadi karena mutasi virus di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

“Pertemuan besar, lebih banyak virus yang dapat menular,” jelasnya.

Salah satu dari pengunjung Chinatown mengatakan dia tak khawatir karena dirinya dan suaminya tetap memakai masker. “Saya pikir tidak apa-apa dan aman tanpa jarak sosial karena orang-orang memakai masker,” jelasnya.

Pembeli lain, Hong, 47, yang sedang bersama istri dan putranya, juga demikian. “Saya tidak khawatir karena kami berpindah-pindah dan tidak terjebak di satu area. Tidak apa-apa karena orang-orang memakai masker,” tegasnya.

Saksikan video menarik berikut ini: