Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan Anak

Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan Anak

Terbaiknews - YogyakartaIDN Times - Tidak semua orang bisa menyicipi nikmatnya makan daging setiap saat....

Yogyakarta, IDN Times - Tidak semua orang bisa menyicipi nikmatnya makan daging setiap saat. Beberapa dari kita, terutama saudara-saudara kurang mampu kita di luar sana, harus menunggu momen Iduladha tiba untuk menikmati lezatnya daging.

Namun bagi Muhammad Ningram, seorang pedagang sate keliling, ia ikhlas membagi-bagikan satenya secara gratis kepada warga-warga yang kurang mampu di Yogyakarta. Bagaimana kisah lengkapnya dan kenapa ia melakukan hal mulia itu?

1. Menggalang dana untuk pengobatan sang anak

Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan AnakKitabisa.com

Melansir laman kitabisa.com, Ningram memiliki seorang bayi bernama Muhammad Anzilnie Munzalan Mubaaroka yang masih berusia 13 bulan. Karena lahir prematur, Anzil harus melakukan terapi dan pengobatan, namun karena alat terapi mahal dan beberapa obat tidak ditanggung oleh BPJS, Ningram dan istrinya pun mengalami kesulitan.

Ningramsebelumnya hanya berjualan sate pada akhir pekan atau musim liburan di sekitaran toko oleh-oleh di Yogyakarta, pasalnya, hanya hari itu saja yang ramai. Sedangkan jika tidak berjualan, dirinya merupakan buruh serabutan dan juga sering membantu berjualan sate milik saudaranya.

Pendiri sebuah komunitas bernama Untuk Teman, Febfi Setyawati,menceritakan bahwa Ningram mengetahui dari teman seperjuangannya di rumah sakit untuk melakukan penggalangan dana di situs donasi dan fundraising, kitabisa.com.

Dia bersama istrinya menceritakan permasalahan anaknya yang harus menjalani terapi, dan melalui komunitas Untuk Teman, Ningram dan istrinya melakukan penggalangan dana melalui situs tersebut. Hingga saat ini penggalangan danamasih berjalan.

2. Para donatur membuat dagangan Ningram laris dan muncul ide sate gratis

Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan AnakDok. pribadi untukteman.id

Komunitas Untuk Teman lalu berinisiatif untuk membantu Ningram menggalang dana lebih banyak lagi.

"Mas Ningram terpilih karena beliau salah satu penggalang dana yang sedang mengumpulkan uang untuk pengobatan anaknya, jadi kita larisi jualannya," ungkap Febfi saat dihubungi hubungi pada Jumat (24/7/2020).

Tak hanya dilarisi dagangannya, sate yang sudah dibeli oleh para donatur ini lalu dibagikan kepada masyarakat kurang mampu melalui program sate gratis. Febfi mengatakan, program ini sekaligus untuk menyambut Hari Raya Iduladha yang sudah di depan mata.

"Tujuannya untuk menyambut Hari Raya Iduladha, jadi mengingatkan para donatur bahwa daging menjadi sesuatu barang yang ditunggu-tunggu," ucapnya.

3. Program berjalan 7 hari berturut-turut dengan 120 tusuk sate per harinya

Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan AnakDok. pribadi untukteman.id

Program ini dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut sejak Jumat (17/7/2020) hingga Kamis (23/7/2020) lalu. Ningram membawa gerobak satenya ke berbagai tempat yang berbeda yaitu kawasan Pathuk, Serangan, Kotagede, Gambiran, Nogosaren, dan Jalan Magelang.

Sebanyak 120 tusuk sate ayam dan kambing dibagikan Ningram kepada masyarakatkurang mampu per harinya. Ningram mengaku dirinya mulai membagikan sate gratis tersebut mulai pukul 15.00 sampai 17.00 WIB setiap harinya. Ia juga mengatakan bahwa kesulitan yang dihadapi saat membagikan sate adalah menertibkan antrean masyarakat yang ingin menikmati hidangan daging gratis ini

4. Program membagikan sate gratis ini sudah sesuai dengan target

Cerita Ningram, Bagikan 120 Tusuk Sate Per Hari untuk Pengobatan AnakDok. pribadi untukteman.id

Febfi mengatakan bahwa program sate gratis ini berjalan sesuai target. Dirinya lega sebab amanah donatur bisa tersampaikan sekaligus banyak warga bahagia karena menerima sate gratis dan bisa menyantap lezatnyadaging ayam dan kambing.

Ke depannya,Febfi melalui komunitasnya masih akan melanjutkan program Iduladha lainnya yakni pembagian daging kurban untuk keluarga difabel dari para donatur.