Bupati Tuban Khawatir Kenaikan Cukai Rokok Picu PHK

Bupati Tuban Khawatir Kenaikan Cukai Rokok Picu PHK

Terbaiknews - ILUSTRASI pita cukai rokok. (Jawapos)

– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban Jawa Timur mengusulkan, rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebaiknya ditunda. Hal ini terkait dengan daya beli masyarakat yang sangat melemah dan berpengaruh pada produksi rokok.

Bupati Tuban Fathul Huda menjelaskan, apabila kenaikan cukai dilakukan pada saat daya beli melemah, produksi rokok akan turun sehingga mempengaruhi tenaga kerja. Apalagi, saat ini sangat sulit untuk mencari pekerjaan baru.

“Kalau produksi rokok turun, maka yang kita khawatirkan ada PHK dari perusahaan karena barangnya tidak laku. Ini akan jadi masalah tersendiri. Saya harap, kalau harus ada kenaikan cukai ya disesuaikan dengan angka inflasi, dan pendapatan cukainya dialokasikan untuk pembangunan,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (30/10).

Sebagai salah satu daerah sentra tembakau, khususnya jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), Fathul khawatir para pekerja SKT di Tuban akan terkena PHK. Itulah sebabnya dia berharap pemerintah dapat melindungi industri rokok yang legal seperti SKT.

“Kita harus awasi jangan sampai ada rokok non-cukai yang beredar,” katanya.

Ia mengatakan, kontribusi CHT di Kabupaten Tuban cukup baik. Sebab, pendapatan daerah dan sasarannya cukup bagus. Pada 2020, sebesar Rp 24 miliar diterima Kabupaten Tuban dari cukai rokok. Dana tersebut dialokasikan kepada kesejahteraan masyarakat terutama petani tembakau.

Sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyatakan, sektor padat karya seperti SKT perlu dilindungi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dinilainya sebagai langkah penting untuk membantu tenaga kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dia menyampaikan, SKT banyak menyerap tenaga kerja di Jombang dan berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Sebab, sebagian warga Jombang bekerja di industri padat karya tersebut.

Para pekerja di sektor ini juga tidak luput dari perhatian pemerintah daerah Jombang. Maka, industri SKT tetap perlu mendapat perhatian dari pemerintah terutama ketika terjadi tekanan ekonomi selama pandemi Covid-19.

“Saya berharap agar pelinting rokok ini tetap dipekerjakan,” ucapnya.