Bukti Siap Vaksinasi, Pemkot Surabaya Sudah Lakukan Simulasi

Bukti Siap Vaksinasi, Pemkot Surabaya Sudah Lakukan Simulasi

Terbaiknews - Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat rakor. (Humas Pemkot Surabaya)

–Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya sudah melakukan simulasi vaksinasi. Simulasi itu dilakukan menjelang vaksinasi pertama pada Jumat (15/1).

Whisnu memaparkan, simulasi dilakukan di 63 puskesmas serta 7 rumah sakit. Dua di antaranya merupakan RS pemerintah.

”Yang belum kita dorong untuk melakukan simulasi,” tutur Whisnu pasca mengikuti rapat koordinasi pada Selasa (12/1) di Balai Kota Surabaya.

Sebelumnya, dia menyampaikan, Surabaya mendapatkan kuota vaksin sebanyak 33.420. Kuota itu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Vaksinasi diawali dengan screening untuk melihat dan memastikan kondisi warga penerima dalam kondisi prima.

Supaya lebih maksimal, lanjut Whisnu, pemkot menggandeng kampung tangguh untuk melakukan sosialisasi. Harapannya, warga tidak lagi takut divaksin.

”Bahkan nanti, kader, camat, dan lurah yang akan pertama kali divaksin. Tujuannya supaya warga percaya,” terang Whisnu.

Whisnu menarget dalam waktu satu minggu, pihaknya bisa melakukan vaksin hingga 10 ribu orang. Ke depan, pemkot akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan vaksinasi. ”Karena target kita 1,9 juta itu dalam 15 bulan tuntas,” ujar Whisnu.

Ketika ditanya soal peran Dinas Kesehatan, Whisnu mengatakan, ada pihak yang digandeng menjadi fasilitator. Sehingga tidak hanya Dinkes saja.

”Pihak swasta juga dilibatkan. Tempat-tempat fasilitas layanan kesehatan juga dilibatkan. Jadi ada pembagian puskesmas dan rumah sakit. Jadi tempat itu ada bagian screening dan bagian vaksinator. Ada yang membantu,” tutur Whisnu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmawati memaparkan, sebelum vaksinasi, penerima harus melalui screening. Proses itu untuk mengetahui komorbid yang dimiliki.

”Jadi nanti ada 3 meja. Meja pertama dan kedua untuk screening. Tujuannya melihat komorbid apa yang dimiliki penerima. Kalau nggak ada, bisa lanjut ke meja 3 untuk proses vaksinasi,” ujar Febria Rachmawati.

Saksikan video menarik berikut ini: