Bukan Lockdown Akhir Pekan, Epidemiolog Usul PSBB Ketat DKI!

Bukan Lockdown Akhir Pekan, Epidemiolog Usul PSBB Ketat DKI!

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - WacanaÂlockdown akhir pekan mengemuka belakangan. Ini tak lepas dari...

Jakarta, CNBC Indonesia - WacanaÂlockdown akhir pekan mengemuka belakangan. Ini tak lepas dari kekecewaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kendati demikian, Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan wacana itu belum dimungkinkan lantaran DKI Jakarta masih menerapkan PPKM hingga 8 Februari 2021.
"Karena kami kan sampai tanggal 8 melaksanakan PPKM jilid dua atau PSBB yang diperketat," kata Riza dalam tayangan CNN Indonesia Newscast, Kamis (4/2/2021) malam.
Terlepas dari itu, Riza mengatakan pihaknya bakal mempertimbangkan usulan lockdown akhir pekan.
Pemprov DKI Jakarta, menurut dia, bakal melakukan kajian-kajian untuk menentukan langkah yang akan diambil ke depan dalam menekan penyebaran Covid-19.


"Nanti kebijakan dari tanggal 9 sampai 14 hari kemudian, itu akan diputuskan setidaknya tanggal 8 atau 7, itu artinya hari Minggu. Sebelum memutuskan kita lakukan penelitian, kajian, dengarkan masukan dari banyak pihak, koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Riza dikutip laman CNN Indonesia.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Dicky Budiman menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mampu mengkaji ulang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat seperti April 2020 lalu.
Dicky juga tak menyarankan Pemprov DKI Jakarta mengikuti saran dengan menerapkan lockdown setiap akhir pekan. Sebab, menurut dia, kebijakan itu tidak cukup efektif untuk menekan penyebaran virus corona. Pasalnya, masa inkubasi virus corona paling singkat satu hingga dua pekan. Sehingga, lockdown selama dua hari pada akhir pekan dinilai tidak akan efektif.
Ia menyarankan agar pemerintah pusat memilih strategi PSBB ketat yang dilaksanakan secara merata, misal serentak di seluruh pulau Jawa.
"Tidak satu dua daerah saja, karena ini kebakarannya di mana-mana. Enggak bisa satu dua daerah, harus setara merata, setidaknya di Pulau Jawa ini," usul Dicky.
Berita selengkapnya >>> Klik di sini



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)