Buka RS Darurat Covid-19, RS Siloam Sebut Diminta Langsung Kemenkes

Buka RS Darurat Covid-19, RS Siloam Sebut Diminta Langsung Kemenkes

Terbaiknews - Project Manager RS Siloam Cito Sian Tjoe. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

–RS Siloam merespons penolakan Paguyuban Pengelola Mal City of Tomorrow atas pembukaan RS Darurat Covid-19.

Project Manager RS Siloam Cito Sian Tjoe mengatakan, pihak Kementerian Kesehatan langsung menunjuk pihaknya untuk membuka rumah sakit.

”RS dibuka untuk menangani kegawatdaruratan Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa Timur. Kami diminta langsung oleh pemerintah. Di antaranya Kemenkes serta BNPB agar bisa membantu tangani masalah Covid-19,” tutur Sian ketika ditemui pada Rabu (3/2).

Dia mengaku, pembukaan didasarkan pada bantuan kemanusiaan. Pihaknya tidak akan membuka RS tanpa ada izin.

”Kami diminta langsung oleh pemerintah. Ini dari kemenkes terus BNPB pusat, Pak Doni. Jadi, kami membuka untuk support pemerintah. Sebetulnya yang memberikan izin Dinkes,” papar Sian Tjoe.

Soal penolakan, Sian menjamin bahwa RS Darurat Covid-19 yang dikelola Siloam tidak terhubung dengan area mal maupun apartemen.

”Siloam ini sudah membuka RS ke-5 untuk Covid-19. Semua sistem yang kami buat, baik sistem sirkulasi udara maupun sistem penanganan prokes sesuai dengan protokol Kemenkes dan WHO. Kami minta arahan dari dinkes, kemenkes, dan baca semua protokol yang dikeluarkan,” tegas Sian Tjoe.

Soal bantuan dan pendampingan Pemerintah Kota Surabaya, Sian mengaku mendapatkan masukan dari Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Plt Whisnu menyarankan untuk memisahkan jalan dari akses publik. Atas masukan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Surabaya.

”Kami sudah mengadakan pendekatan dengan kelurahan, minta arahan dan sesuai petunjuk Pak Whisnu. Kami akan buka jalan dari arah belakang mal. Sehingga ambulans dan pasien yang memerlukan rawat inap atau UGD bisa akses dari belakang. Jalan pemisah yang tegas juga untuk pengunjung mal,” ujar Sian Tjoe.

RS Darurat Covid-19 yang dikelola Siloam berkapasitas 150 dengan 3 ICU. Dan sedang dipersiapkan untuk 15 ICU. Sebab, ICU yang paling susah dicari.

”Sekarang masih 3 lantai. ICU di lantai 1 sebelah UGD. ICU butuh ketenangan jangan bersebelahan jangan disatukan. Untuk tenaga kesehatan yang akan bertugas akan dicek darah rutin setiap lima hari sekali untuk melihat apakah nakes tersebut terjangkit atau tidak,” papar Sian Tjoe.

Saksikan video menarik berikut ini: