BSSN Soroti Pentingnya Pengembangan SDM Siber Muda lewat Kolaborasi

BSSN Soroti Pentingnya Pengembangan SDM Siber Muda lewat Kolaborasi

Terbaiknews - Ilustrasi keamanan siber (Leap IT)

JawaPos.com-Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menekankan pentingnya mencari dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) muda di bidang siber melalui kolaborasi. Hal tersebut ditujukan untuk melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber di tanah air.

Dalam rangka upaya peningkatan kompetensi SDM di bidang siber dan sandi, BSSN berkolaborasi dengan instusitusi pemerintah, universitas atau akademisi, komunitas dan praktisi, serta pihak swasta. Yang terbaru, BSSN kembali berkolaborasi dengan Huawei Indonesia dengan menyelenggarakan acara Cyber Scout Hunt 2020 dengan topik Cybersecurity Attack Countermeasures buat talenta muda di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Dalam acara tersebut, Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian menyampaikan, selain membangun kepedulian atas risiko berbagai jenis serangan siber lewat acara ini juga para peserta dapat mengenang sejarah persandian yang merupakan fondasi dari keamanan siber di Indonesia. Menurutnya, DIY memiliki ikatan sejarah yang kuat terkait perkembangan siber dan sandi negara di tanah air.

“Di wilayah Jogjakarta terdapat situs persandian, yaitu Museum Sandi dan Monumen Sanapati di Kotabaru serta Rumah Sandi di Desa Dukuh Kabupaten Kulon Progo. Situs Rumah Sandi ini merupakan saksi, bagaimana para pejuang persandian berkiprah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,’’ ungkapnya di acara tersebut.

Cyber Scout Hunt sendiri adalah talkshow daring tentang keamanan informasi. Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan workshop terkait manajemen computer security incident response team (CSIRT) dan manajemen product security incident response team (PSIRT).

Dua kegiatan tersebut merupakan pelatihan tentang aktivitas-aktivitas pengelolaan insiden keamanan siber yang meliputi penanganan insiden, analisis insiden, respon insiden on-site, dukungan respon insiden dan koordinasi respon insiden serta memperdalam

bagaimana menentukan model CSIRT yang tepat dan membangun kapabilitas CSIRT.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia dalam kesempatan yang sama mengatakan, membangun dunia yang aman, cerdas, dan terhubung sepenuhnya adalah tugas jangka panjang, yang membutuhkan upaya bersama antara industri dan regulator. “Kami akan terus berbagi pemahaman tentang teknologi baru dan risiko keamanan siber yang sesuai, berorientasi masa depan dan kolaborasi inovatif. Penyediaan kapasitas SDM yang terlatih agar bisa lebih waspada terhadap segala macam ancaman siber dan mawas terhadap keamanan siber adalah penting di era digital saat ini yang saling terhubung dan tanpa batas,” ungkapnya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: