Bila DKI Lockdown, Ternyata Segini Kemampuan Stok Pangannya

Bila DKI Lockdown, Ternyata Segini Kemampuan Stok Pangannya

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Rencananya pada Senin (30/3) pemerintah sedang menyiapkan rencana...
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencananya pada Senin (30/3) pemerintah sedang menyiapkan rencana penutupan akses keluar-masuk Jabodetabek khusus kendaraan pribadi.ÂRencana ini dikaitkan dengan wacana lockdown seiring merebaknya wabah virus corona atau covid-19 yang masif di DKI Jakarta dan sekitar.
Bila lockdown benar-benar terjadi, dengan asumsi distribusi pasokan pangan tak terganggu, sejauh mana kemampuan stok pangan di DKI Jakarta khususnya beras?


Bila melihat dari dari PT. Food Station Tjipinang Jaya, selaku pengelola pasar induk beras Cipinang yang jadi baromoter stok beraÂdi DKI Jakarta, pada 2 Februari atau satu bulan sebelum kasus positif corona kali pertama di Indonesia, stok harian di pasar Induk Cipinang masih menyentuh 41 ribuan ton. Namun berselang beberapa hari setelah pengumuman kasus corona, pada 2 Maret 2020, stok beras harian hanya 31.611 ton, setelah itu dalam tren terus menurun.
Misalnya pada pekan kedua setelah kasus corona muncul, stok harian di pasar Induk Cipinang pada 15 Maret 2020 hanya 26.462 ton. Setelah itu trennya terus turun, sempat menyentuh angka 23.979 ton, paling terendah dalam 3 bulan terakhir.
Pada akhir Maret, tepatnya 29 Maret 2020, stok harian di Pasar Cipinang hanya sebanyak 26.827 ton.
Apakah stok ini aman?
Secara komulatif memang masih aman, dengan asumsi kebutuhan beras di DKI Jakarta per hari sebanyak 2.000 ton. Menurut catatan Kadin DKI Jakarta angka sekitar 1.895 ton, artinya dengan stok harian sampai akhir Maret sebesar 26.000 ton maka masih bisa hampir dua pekan, belum lagi ada tambahan stok setiap harinya yang masuk ke Pasar Cipinang. Selain itu, masih ada stok beras di ritel dan pedagang eceran masih tersedia dan gudang Perum Bulog.
Namun, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman SimanjorangÂpernah mengingatkan stok pangan di DKI Jakarta dan sekitarnya harus dipantau ketat. Ia bilang 98% kebutuhan pangan masyarakat Jakarta dipenuhi oleh wilayah luar, seperti Jawa Barat, Jawa Timur hingga luar pulau. Bila ada persoalan distribusi atau masalah di daerah pemasok maka akan berisiko pada pasokan ke DKI.
Berikut data kebutuhan pokok pangan per hari di Jakarta menurut Kadin DKIÂJakarta:
  • Beras 1.895 Ton
  • Gula Pasir 188 Tonâ&;¨
  • Minyak Goreng 380 Tonâ&;¨
  • Telur Ayam 228 Tonâ&;¨
  • Daging Sapi/ Kerbau 165 Tonâ&;¨
  • Daging Ayam 1.000 Tonâ&;¨
  • Tepung 834 Tonâ&;¨
  • Bawang Merah 68 Tonâ&;¨
  • Bawang Putih 52 Tonâ&;¨
  • Cabai 243 Tonâ&;¨
  • Buah - Buahan 1.000
  • Tonâ&;¨Sayur - Mayur 1.177 Ton
  • â&;¨Ikan 566 Tonâ&;¨

[Gambas:Video CNBC]



(hoi/hoi)