Bertarung Cerdik, Tumbangkan Lawan Dua Kali, Mantap Jadi Juara Dunia

Bertarung Cerdik, Tumbangkan Lawan Dua Kali, Mantap Jadi Juara Dunia

Terbaiknews - Emanuel Navarrete (kiri) mengalahkan Ruben Villa untuk menjadi juara dunia kelas bulu WBO di Las Vegashari ini (11/10). (Mikey Williams/Top Rank)

JawaPos.com-Emanuel Navarrete berhasil mengalahkan Ruben Villa lewat kemenangan mutlak untuk memenangkan gelar juara dunia WBO kelas bulu di MGM Grand Conference Center, Las Vegas hari ini WIB (11/10).

Navarrete adalah mantan juara dunia kelas bulu junior. Petinju asal Meksiko itu tampil sangat baik dan solid dalam pertarungan ini. Navarrete mampu menjatuhkan Villa dua kali. Masing-masing pada ronde pertama dan keempat.

Tiga juri pada akhirnya memberikan nilai absolut kepada Navarrete. Yakni masing-masing 114-112, 114-112, dan 115-111. Dengan kemenangan ini, Navarrete mencatat rekor 31 menang dan hanya menelan satu kali kekalahan. Dalam perjalanannya, Navarrete mendulang 28 kemenangan KO.

Villa sejatinya adalah petarung yang gigih dan pintar. Dia terus bergerak untuk mengurangi bobot pukulan Navarrete. Hal ini tampak sekali dari catatan statistik. Navarrete berhasil melakukan 131 pukulan. Jauh dibandingkan dengan milik Villa yang cuma 58 pukulan.

Villa memang berhasil konsisten menghindar. Namun, Navarrete berhasil juga menjebaknya. Sebuah pukulan uppercut tangan kiri jauh darinya membuat Villa jatuh pada akhir ronde pertama.

Dua ronde berikutnya, Villa berhasil bangkit dan melawan. Namun, sekali lagi, sebuah pukulan tangan kiri jauh dari Navarrete pada ronde keempat membuat Villa jatuh untuk kali kedua.

“Saya paham benar kalau Villa adalah petarung yang terus bergerak. Jika dia merasakan power saya, maka gerakan Villa akan semakin banyak,” ucap Navarrete sebagaimana dilansir ESPN. “Saya memang gagal untuk menang KO. Namun saya tetap meraih kemenangan,” tambahnya.

Dalam analisis ESPN, andai saja Villa tidak jatuh dua kali, besar kemungkinan hasil pertarungan akan imbang. Sebab, sepanjang duel, Navarrete kerap melakukan kesalahan-kesalahan fundamental. Jadi, dia bukanlah petarung yang memiliki teknik bersih dan mantap.

“Saya sangat bahagia dengan gelar juara ini. Ini adalah refleksi dari usaha, kerja keras, dan pengorbanan yang saya lakukan,” ucap Navarrete.