Berkaca dari Pilpres AS, Apa yang Harus Dilakukan untuk Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Pilkada?

Berkaca dari Pilpres AS, Apa yang Harus Dilakukan untuk Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Pilkada?

Terbaiknews - KOMPAS.com -Perhelatan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020 di masa pandemi virus corona...

KOMPAS.com -Perhelatan pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020 di masa pandemi virus corona tidak hanya sekadar dilihat dari hasilnya.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan adanya lonjakan kasus Covid-19 di AS perlu menjadi perhatian tersendiri. Apalagi, Indonesia pada 9 Desember 2020 akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.

Melalui akun Twitter @drdickybudiman, Dicky menyinggung soal kasus Covid-19 yang terjadi di AS.

"Sy tdk tahu siapa yg memberi masukan pd Bpk Presiden ttg "tdk ada potensi kluster pilkada" merujuk pengalaman USA. Adanya disaster post election AS sangat jelas. Dgn lonjakan kasus >100K dlm 11 hari terakhir kematian >1000 org/hari sebagian evidence nyata. Ancaman tsunami kasus jls," tulisnya.

Kompas.com sebelumnya memberitakan, kasus kematian di AS akibat Covid-19meningkat. Rata-rata kematian harian di AS lebih dari 1.100 orang selama beberapa hari terakhir.

Angka Kematian Covid-19 di AS Rata-rata 1.100 Kasus Per Hari

Berdasarkan data Worldometer, Rabu (18/11/2020), saat ini jumlah kasus infeksi yang ditemukan di AS sudah sebanyak 11.695.711 kasus.

Dari data tersebut, jumlah kematian sebanyak 254.255 kasus, dan 7.087.796 kasus lain berhasil sembuh.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Dicky mengingatkan pemerintah bersiap menghadapi risiko lonjakan seperti di AS apabila tetap melaksanakan Pilkada.

"Kalau mau adakan pemilu seperti AS di tengah pandemi, ya berarti harus siap juga dengan akibatnya. Seperti yang dialami AS saat ini, angka kasus meningkat tajam, kematian juga dan kesakitan di RS," sebut Dickysaat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/11/2020).

Ia menilai aturan pemerintah dalam Pilkada serentak mendatang belum cukup menekan potensi terjadinya penularan dan peningkatan kasus Covid-19 pascaPilkada serentak.

Satgas: 17 Daerah Pilkada Berisiko Tinggi Penularan Covid-19, 215 Risiko Sedang