Baznas: Pandemi Covid-19 Dekatkan Si Kaya dengan Si Miskin

Baznas: Pandemi Covid-19 Dekatkan Si Kaya dengan Si Miskin

Terbaiknews - Ilustrasi Baznas (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

– Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prof Noor Achmad menuturkan jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin saat ini terlalu jauh. Namun, di tengah pandemi Covid-19, dia menilai hubungan antara si kaya dengan si miskin menjadi lebih dekat.

Dia menjelaskan selama ini hubungan antara rakyat dengan penguasa sudah terlalu jauh. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di belahan dunia lainnya. Seringkali hubungan manusia dengan manusia lainnya seperti hubungan antara majikan dengan budak.

’’Di era pandemi ini, ternyata Allah ingin mendekatkan semua negara dan semua manusia,’’ katanya dalam webinar Zakat dan Jurnalisme di Jakarta yang digelar secara virtual.

Menurut Noor Achmad, Covid-19 tidak pilih orang kaya atau miskin. Semuanya bisa tertular dan menularkan. Orang kaya juga bisa mati mendadak karena ketularan orang miskin. Pun sebaliknya, orang kaya juga bisa menularkan ke orang miskin. Bahkan negara superpower seperti Amerika Serikat saat ini sempoyongan menghadapi pandemi Covid-19 yang belum kunjung reda.

Untuk itu, Noor Achmad mengatakan di tengah pandemi seperti saat ini dibutuhkan satu kesatuan. Baik di tingkat global maupun nasional manusia harus Bersatu menghadapi pandemi. Menurut dia saat ini persatuan dan kesatuan umat manusia sangat penting.

Dalam kesempatan itu Noor Achmad juga menyampaikan pesan kepada para insan jurnalis tanah air. Diantaranya adalah dia meminta tolong supaya jurnalis ikut mengkampanyekan gerakan membantu masyarakat di tengah pandemi melalui zakat atau dana sosial lainnya.

Noor Achmad mengatakan penetrasi teknologi digital saat ini semakin kuat. Untuk itu bisa dimanfaatkan dalam sosialisasi zakat ke masyarakat. Kemudian juga untuk memudahkan para pembayar zakat atau muzakki menyalurkan zakatnya. Menurut dia dana zakat sangat berperan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan maupun ekonomi.

Saksikan video menarik berikut ini: