Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Pasangan Calon Tak Urus STTPK

Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Pasangan Calon Tak Urus STTPK

Terbaiknews - Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin. (Istimewa/Antara)

–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meminta tim sukses pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 untuk mengurus surat tanda terima pemberitahuan kampanye (STPPK) ke kepolisian saat hendak blusukan. Sebab, temuan di lapangan banyak yang tidak mengurusnya.

”Kami meminta kepada pasangan calon untuk mengurus STTPK ke Polres Blitar yang kemudian ditembuskan ke Bawaslu dan KPU,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin seperti dilansir dari Antara di Blitar, Minggu (11/10).

Dia menambahkan, pilkada saat ini telah memasuki tahap kampanye sejak 26 September. Bawaslu Kabupaten Blitar mendapati adanya pasangan calon (paslon) yang suka turun ke lapangan tanpa mengurus STPPK ke kepolisian. Hal itu, sangat menyulitkan Bawaslu Kabupaten Blitar dalam pengawasan di lapangan.

”Kampanye model blusukan seperti itu tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan. Untuk itu, kami mengimbau kepada kedua tim sukses pasangan calon untuk patuh dan taat terhadap aturan saat melaksanakan kampanye,” ujar Abdul Hakam Sholahuddin.

Hakam berharap, masa kampanye yang berlangsung sampai 5 Desember dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara yang patut dan sesuai peraturan perundang-undangan. Metode kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 bisa dilakukan antara lain dengan pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye (APK), ataupun pembagian bahan kampanye (BK).

Hakam meminta pasangan calon bisa tertib dan patuh aturan serta protokol kesehatan Covid-19. Bawaslu berharap tidak ada lagi pasangan calon yang turun ke lapangan menemui warga tanpa mengantongi STTPK.

”STTPK telah diatur secara gamblang pada PKPU Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur kampanye. Kalau memang mau kampanye silakan. Jangan kucing-kucingan dengan pengawas pemilu. Kami sangat berharap kepada dua pasangan calon ketika melakukan kegiatan kampanye untuk mengurus STTPK. Jangan sampai blusukan di lapangan, ini menyulitkan pengawasan kampanye,” kata Hakam.

Jika saat kampanye terdapat pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, pihaknya akan memberikan surat peringatan kepada pasangan calon dan tim kampanyenya. ”Kami berikan waktu setelah surat peringatan diberikan untuk mematuhi aturan. Jika tidak diindahkan akan kami bubarkan,” kata Hakam.

Di Kabupaten Blitar, ada dua pasangan calon yang ikut serta dalam pilkada. Yakni pasangan petahana calon Bupati Rijanto dan calon Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo dan pasangan Rini Syarifah (Mak Rini) sebagai calon Bupati Blitar serta calon Wakil Bupati Rahmad Santoso.

Saksikan video menarik berikut ini: