Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020

Terbaiknews - SemarangIDN Times - Para pendukung pasangan calon di Jawa Tengah kedapatan melanggar protokol...

Semarang, IDN Times - Para pendukung pasangan calon di Jawa Tengah kedapatan melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19, dengan menggelar konvoi pada masa kampanye Pilkada 2020.

Aksi mereka pun dibubarkan petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena berkendara maupun berjalan kaki keliling secara massal, hingga menimbulkan kerumunan pada masa pandemik virus corona.

1. Konvoi banyak dilakukan para pendukung paslon Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020Ilustrasi konvoi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Saka mengatakan, para pengawas Pilkada 2020 di 21 kabupaten/kota Jateng sudah membubarkan atau menghentikan 14 kasus pelanggaran konvoi selama masa kampanye Pilkada 2020.

Masa kampanye Pilkada 2020 yang sudah berlangsung sejak 26 September 2020, masih diwarnai dengan konvoi para pendukung pasangan calon.

“Sebanyak 14 kasus itu hanya untuk jenis pelanggaran konvoi,” kata dia, sebagaimana melansir Radio Republik Indonesia (RRI), Selasa(24/11/2020).

Dari 14 kasus pembubaran tersebut dilakukan di Kabupaten Sukoharjo sebanyak tujuh kali dan Kabupaten Klaten lima kali. Kemudian, di Kabupaten Pekalongan dua kali, yang terjadi pada 18 November 2020.

2. Konvoi melanggar protokol kesehatan COVID-19 selama masa pandemik

Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020Ilustrasi Penegakan Hukum Pemilu (IDN Times/Mardya Shakti)

Bawaslu Kabupaten Pekalongan telah membubarkan arak-arakan kampanye yang dilakukan beberapa laskar relawan paslon. Konvoi tersebut dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan virus corona.

Sesuai aturan, kampanye pada masa pandemik COVID-19 harus sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus corona. Konvoi juga dilarang dalam kampanye.

Fajar mengatakan, petugas Bawaslu di Jawa Tengah tidak tinggal diam saat mengetahui adanya konvoi dan berusaha menghentikan atau membubarkan konvoi tersebut.

3. Banyak yang masih nekat melakukan konvoi meski sudah diingatkan

Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020Petugas kepolisian memegang papan imbauan saat Operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan di Jalan Jhon Aryo Katili di Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (14/9/2020). Operasi terpadu Polri dan Satpol PP tersebut dilakukan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Bawaslu Jateng, menurut Fajar, menyebut terdapat peserta konvoi yang bersedia membubarkan diri. Namun ada juga peserta konvoi yang sudah dilarang tetap nekat melakukan konvoi.

Dia mengatakan berbagai upaya dilakukan agar para pendukung tak melakukan konvoi. Pencegahan dilakukan dengan mengirimkan surat resmi, melalui rapat koordinasi hingga pencegahan di lapangan secara langsung.

Upaya tersebut banyak membuahkan keberhasilan. Banyak tim paslon yang tadinya hendak konvoi tetapi batal karena pencegahan tersebut.

Sebab, sesuai Pasal 69 huruf j Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, disebutkan bahwa dalam kampanye dilarang melakukan pawai yang dilakukan dengan berjalan kaki dan atau dengan kendaraan di jalan raya.

Pelanggaran atas ketentuan itu dikenai sanksi peringatan tertulis meskipun belum menimbulkan gangguan dan atau penghentian kegiatan kampanye di tempat terjadinya pelanggaran.