Baju Impor China Kelas Tanah Abang-Mangga Dua Banjiri RI Lagi

Baju Impor China Kelas Tanah Abang-Mangga Dua Banjiri RI Lagi

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Pelaku usaha sektor tekstil dan pakaian jadi mengungkapkan soal serbuan...

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku usaha sektor tekstil dan pakaian jadi mengungkapkan soal serbuan pakaian impor asal China belakangan ini di tengah pandemi covid-19. Pakaian impor ini masuk segmen pasar-pasar tradisional.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengakui informasi tersebut. Ia mengungkapkan celah ini dimanfaatkan oleh dua pihak yaitu para importir produsen nakal maupun oknum aparat pintu masuk arus barang.

"Selalu masih ada, memang kalau orang kurang pintar bisa belajar tapi kalau tidak jujur sulit betul. Dua pihak yang memanfaatkan celah," kata Benny kepada CNBC Indonesia, Kamis (30/7).


Ia mengatakan pakaian impor China ini masuk ke pasar-pasar tradisional di segmen bawah yang memang membidik pasar berharga miring. "Level Tanah Abang Mangga Dua, dari China," katanya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wiraswasta juga mengatakan memang ada pergeseran impor produk tekstil dan produk tekstil ke Indonesia belakangan ini.

Semula, bahan baku seperti bahan serat dan benang yang ramai masuk ke Indonesia seperti yang terjadi pada tahun lalu. Namun kini, jenis produk tekstil seperti pakaian jadi yang mulai ramai memasuki pasar Indonesia.

"Sekarang mulai masuk yang pakaian jadi. Kalau importir melihat di sini ada pasar pakaian jadi. Dia masukkan saja sekalian," jelas RedmaÂkepada CNBCÂIndonesia, Rabu (29/7).

Data dari APSYfI, pada tahun 2019 lalu penyerapan pasar pakaian jadi mencapai 2 juta ton, sebanyak 1,65 juta di antaranya disuplai dari produk lokal, sisanyaÂ331 ribu ton masih berasal dari impor. ArtinyaÂmarket shareÂindustri lokal masih mencapai 81,7%. Namun, jumlah itu sudah menurun dibanding tahun sebelumnya di mana masih mencapai 95%.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2020, nilai impor kain tenunan khusus mencapai angka US$ 12.797.291 dengan jumlah 922.029 Kg. Jenis ini mencakupi yakni kain tekstil berjumbai, renda, permadani dinding, hiasan, sulaman.

Kemudian impor untuk jenis barang tekstil yang cocok untuk keperluan industri mencapai angka US$ 38.798.172 dengan kapasitas 4.900.044 Kg. Jenis ini mencakupi kain tekstil diresapi, dilapisi, ditutupi atau dilaminasi.

Untuk barang tekstil sudah jadi antara lain pakaian, data BPS menunjukkan pada Mei 2020 mencapai US$ 37.256.567 dengan jumlah 1.907.540 Kg.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)