Ayah Yodi Prabowo: Tidak Mungkin Anak Saya Bunuh Diri!

Ayah Yodi Prabowo: Tidak Mungkin Anak Saya Bunuh Diri!

Terbaiknews - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat konferensi pers kasus kematian karyawan Metro TV Yodi Prabowo. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa karyawan Metro TV Yodi Prabowo tewas karena bunuh diri lantaran diduga depresi. Ayah Yodi Prabowo, Suwandi mengaku tidak percaya bahwa sang anak mengakhiri hidupnya sendiri.

“Terus terang sebagai orang tua kecewa dengan kesimpulan itu (menyatakan Yodi terwas bunuh diri-Red). Karena nggak mungkin anak saya bunuh diri,” ujar Suwandi, Sabtu (26/7).

Suwandi mengatakan bahwa ia juga sama sekali tidak melihat gejala-gejala depresi pada Yodi seperti yang disebut oleh polisi. “Okelah hasil labfor dari hasil rumah sakit RSCM, tapi di hari-harinya itu tidak ada menampakkan depresi. Bahkan dia masih mau mengantar ibunya ke tempat urut,” katanya.

‎Diketahui, Tim Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan memastikan penyebab kematian karyawan Metro TV Yodi Prabowo dikarenakan bunuh diri. Hasil penyelidikan dan penyidikan tidak menemukan bukti bahwa ada pelaku lain yang membunuh korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penyidik telah melakukan analisa mendalam terhadap temuan di TKP, hasil otopsi, barang bukti, keterangan saksi hingga keterangan ahli. Seluruh mendapat hasil yang diduga kuat bahwa Yodi tewas bunuh diri.

“Dari beberapa faktor penjelasan TKP, saksi ahli, saksi, olah TKP, keterangan yang lain dan bukti petunjuk yang lain, penyidik berkesimpulan diduga kuat melakukan bunuh diri,” kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7).

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil otopsi, Yodi meninggal akibat luka senjata tajam. Yakni di bagian leher 2 tusukan menembus tenggorokan dan 4 tusukan di bagian dada menembuh ke paru-paru bagian bawah.

Berdasarkan keterangan ahli, orang yang hendak melakukan bunuh diri, biasa ditemukan luka percobaan. Hal itu pun ditemukan dokter forensik dari jenazah Yodi. “Ditemukan fakta bahwa 4 luka di dada, 2-3 di antaranya hanya luka dangkal 1-2 cm, itu yang dianggap percobaan,” imbuh Tubagus.

Sementara itu, lokasi pinggir jalan Tol Pesanggrahan dipilih Yodi untuk bunuh diri diduga lokasinya yang sepi. Berdasarkan keterangan ahli, dalam sejumlah kasus bunuh diri, orang tidak mau diketahui telah melakukan bunuh diri. Sehingga korban berusaha mencari cara agar tidak dianggap bunuh diri.