ASITA: Pemerintah Harus Ambil Pasar Regional dan Timur Tengah

ASITA: Pemerintah Harus Ambil Pasar Regional dan Timur Tengah

Terbaiknews - JawaPos.com – Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASITA) mengatakan bahwa pemerintah harus...

JawaPos.com – Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASITA) mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil langkah alternatif untuk mengatasi potensi kerugian pariwisata sebesar Rp 54 triliun. Kerugian ini meruoakan dampak dari merebaknya virus Korona.

“Saya harap pemerintah segera mengambil langkah alternatif, jadi jangan diam saja, jadi sekarang harus mengambil pasar-pasar alternatif yang kemarin itu sempat dicuekin ya,” kata Wakil Ketua Umum ASITA Budijanto Ardiansjah kepada JawaPos.com, Jumat (7/2).

Pasar yang di maksudkan adalah kawasan regional dan timur tengah. “Seperti Thailand, Vietnam kemudian pasar-pasar seperti timur tengah juga,” jelas dia.

Pasalnya, Tiongkok merupakan salah satu negara penyumbang devisa negara terbesar di sektor pariwisata. Dengan adanya penutupan jalur penerbangan, hal ini pun akan berdampak pada pemasukan negara.

“Saat ini memang sudah banyak, tahun 2019 itu kalau tidak salah, kalau kita pukul rata itu sekitar 200 ribu orang. Jadi sekitar 2 jutaan per tahun. Jadi lumayan juga. Kalau kita stop 6 bulan ini, itu potensi loss-nya 1,2 juta orang,” tambah Budijanto.

Seperti diketahui, pada Rabu (5/2) lalu, Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat perintah untuk membatasi penerbangan dari dan ke Tiongkok dalam rangka mengantisipasi masuknya virus korona ke Indonesia. Hal itu dilakukan setelah World Health Organization (WHO) mengeluarkan status darurat global.