Asia Sudah, Target Selanjutnya Bawa Rivan Main di Eropa

Asia Sudah, Target Selanjutnya Bawa Rivan Main di Eropa

Terbaiknews - Rivan Nurmulki saat beraksi untuk tim VC Nagano Tridents. (VolleyTrails)

Wibi Anhari, Sosok di Balik Empat Pevoli Tanah Air yang Berkarir di Luar Negeri

Latar pendidikannya komunikasi, lama bekerja sebagai agen perjalanan, tapi kini pemain-pemain yang diageninya tersebar di Jepang, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Sudah ada pevoli putri yang mungkin dibawanya berkiprah di Thailand.

RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta, Jawa Pos

PRESTASINYA bagus. Perawakannya punya daya jual. Pengagumnya juga banyak.

Tapi, Wibi Anhari merasa daya jual si olahragawan belum termanfaatkan secara maksimal. “Aku berpikir nih atlet kok tidak ada yang mengelola di medsos (media sosial),” kata Wibi kepada Jawa Pos.

Rivan Nurmulki, pevoli nasional, adalah atlet yang dimaksud. Sebagai penggemar voli, Wibi tahu sekali soal pemain berpostur 195 cm yang turut mengantarkan tim nasional (timnas) merebut emas SEA Games 2019 itu.

Dia pun mengontak Rivan. Rivan ternyata menyambutnya dengan tangan terbuka.

Dan, “perjodohan” mereka berbuah.

Tak hanya berupa kontrak-kontrak yang terus mengalir dengan nilai semakin membubung. Wibi juga berjasa turut membawa Rivan sebagai pevoli pertama Indonesia yang bisa bermain di Liga Jepang.

“Saya berterima kasih sekali (kepada Wibi) karena main di Liga Jepang itu salah satu impian saya,” ujar Rivan ketika dihubungi Jawa Pos secara terpisah.

Di klubnya, VC Nagano Tridents, hingga awal bulan ini, pevoli berposisi opposite spiker itu bertengger di posisi ketiga pencetak poin terbanyak di liga. Hanya kalah oleh Yuji Nishida, pemain timnas Jepang yang bermain di klub JTEKT Stings, dan pemain Wolfdogs Nagoya sekaligus pilar timnas Polandia Bartosz Kurek.

Keberhasilan Wibi mengantarkan Rivan bermain di Jepang itu, rupanya, juga menjadi pembuka pintu rezeki bagi sejumlah bintang voli tanah air lain. Seiring bagusnya penampilan pevoli kelahiran Merangin, Jambi, 25 tahun lalu itu, klub-klub asing mulai melirik pemain-pemain Indonesia.

Wibi yang mengageni sejumlah pemain pun kebanjiran kontak. Akhirnya, setelah Rivan, dua koleganya di timnas, Dony Haryono dan Rendy Tamamilang, berkarir di Liga Bahrain.

Per 17 Desember tahun lalu, Dony dikontrak Al-Nasser sampai Maret 2021. Lalu, Rendy direkrut A’-Ali per 23 Desember sampai Januari 2021 dengan opsi perpanjangan kontrak.

Terakhir, Farhan Halim, penggawa Jakarta Pertamina Energi di Proliga musim 2020, dikontrak klub Liga Uni Emirat Arab Club Hatta FC. Farhan dikontrak mulai Januari hingga akhir April 2021.

Voli di tanah air selama ini kerap dianggap berlian yang belum terasah. Populer, punya banyak penggemar, lumayan berprestasi, tapi belum termaksimalkan.

Proliga, kompetisi paling elite di tanah air, tak menampilkan banyak perubahan. Baik dari sisi peserta maupun pengelolaan. Itu pula yang membuat bintang-bintangnya kurang bisa ’’dijual’’.

Dengan mengerahkan daya kreasinya, Wibi pun berusaha memaksimalkan potensi para pemain yang diwakilinya. ’’Jadi agen tidak ada sekolahnya. Yang penting kepercayaan sama hoki lah ya,’’ kata pria dengan latar pendidikan S-1 ilmu komunikasi itu, lalu tertawa.

Misalnya, saat memasarkan Rivan. Selama dua tahun mengageni pemain yang juga anggota polisi itu, Wibi terus belajar cara meningkatkan daya jualnya.

Tak hanya kepada brand, tapi utamanya juga untuk klub-klub luar. Tujuannya, mereka tertarik meminang Rivan.

Dia melakukannya dengan mengelola medsos semenarik-menariknya hingga membuatkan video saat Rivan bertanding. ’’Saya buat video dan kirim (ke berbagai klub). Sekreatif saya saja,’’ ucapnya.

Dari video penampilan Rivan yang dia unggah di YouTube, Ahmad Masajedi jadi kesengsem. Pelatih VC Nagano Tridents asal Iran itu pun mengontak Wibi.

Kala itu, juru taktik asal Iran tersebut mencari tahu lebih banyak video Rivan. Aksi Rivan saat membela skuad Garuda di SEA Games Filipina 2019 menjadi salah satu pertandingan yang dipantau.

Masajedi memang tidak bisa sembarangan dan harus jeli untuk merekrut pemain asing karena hanya mendapat satu kuota. Setelah mendapat referensi yang cukup banyak, Masajedi yakin memilih Rivan.

Kesuksesan memanajeri Rivan kemudian merembet ke pemain lain seperti Dony dan Rendy. Wibi memiliki kriteria khusus sebelum memegang pemain. Ada empat faktor yang paling penting baginya: attitude, mental, respect, dan skill. ’’Kalau hoki, nomor terakhir lah karena bisa dibuat. Yang penting empat itu,’’ katanya.

Untuk mengetahui pemain memiliki faktor yang diinginkannya, Wibi sering bertanya dan mencari informasi. ’’Biasanya kenal dari temannya. Misal saya sudah kenal Rivan, coba nanya pemain X gimana. Setelahnya saya telepon. Kalau ngomongnya enak, ya lanjut,’’ ujarnya.

Dony, misalnya, baru dipegang November 2020. Menurut dia, Dony memiliki masa depan yang bagus. Berposisi outside hitter, pemain yang sebelumnya membela panji Jakarta BNI 46 itu memiliki kemampuan lompatan yang sangat bagus dan ditambah senjata berupa pukulan keras.

Asia Sudah, Target Selanjutnya Bawa Rivan Main di Eropa
TRANSPARAN: Wibi Anhari (kiri) dan Rivan Nurmulki. Rivan kini bermain di Liga Jepang. (WIBI ANHARI FOR JAWA POS)

Dony juga sukses menyabet gelar MVP (most valuable player) sekaligus membawa Indonesia meraih emas SEA Games 2019. Karena itu, harus ada yang mengelola agar bakatnya tidak terbuang sia-sia ataupun stagnan begitu saja. ’’Mohon maaf nih, (kebanyakan pemain kita) jagonya di kandang sendiri. Jadi, kita harus bawa ke luar,’’ ujarnya.

Wibi sangat bersyukur sudah ada empat pemain yang dibawanya ke luar. Kendati demikian, hal itu belum membuat dia puas. ’’Ya, manusia tidak ada puasnya ya,’’ ucapnya.

Tahun ini hingga beberapa tahun ke depan, dia masih ingin membuat kejutan-kejutan lain. Sudah ada beberapa pemain yang juga ingin dibantu berkarir di luar negeri. Termasuk pevoli putri yang mungkin berkarir di Thailand pada April.

’’Cuma, sampai sekarang belum bisa diomongin. Masih fifty-fifty juga,’’ katanya.

Untuk tiap kontrak yang diteken pemain yang diageni, Wibi mendapat bagian 20–30 persen. Jumlah yang tidak sedikit.

’’Tapi, semuanya saya bicarakan. Van (Rivan), ini dapat segini,’’ ujarnya. ’’Yo wes, Mas, atur aja,’’ kata Wibi menirukan jawaban Rivan.

Wibi sangat berhati-hati mengenai pendanaan yang masuk. Dia tak ingin uang merusak semuanya. Karena itu, apa pun tawaran yang masuk, dia bakal transparan.

Untuk Rivan, dia sudah memiliki visi sampai beberapa tahun ke depan: menjadikannya pemain dunia. Tapi, 3–4 tahun lagi Rivan masih akan bermain di Jepang.

Setelah itu, barulah berpikir untuk bermain di Eropa. Klub-klub seperti di Turki, Italia, hingga Rusia menjadi tujuan utama. Eropa menjadi gol utama karena kualitas dan skill Rivan masih bisa terasah.

Kini dia sudah melepas pekerjaan sebagai manajer agen perjalanan. ’’Ya, fokusnya sekarang ke anak-anak (pemain). Karena pulaunya udah ada. Sudah terlihat,’’ katanya.

Saksikan video menarik berikut ini: