Anies: Risiko Covid-19 di DKI Jakarta Kini Masuk Dalam Kategori Sedang

Anies: Risiko Covid-19 di DKI Jakarta Kini Masuk Dalam Kategori Sedang

Terbaiknews - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui selama memperketat PSBB di wilayah DKI Jakartasejumlah fasilitas seperti tempat rekreasitamanpasarkantorpabrikserta transportasi publik sempat melangalami penurunannamun kembali naik pada satu minggu terakhir. (dok JawaPos.com)

– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui selama memperketat PSBB di wilayah DKI Jakarta, sejumlah fasilitas seperti tempat rekreasi, taman, pasar, kantor, pabrik, serta transportasi publik sempat melangalami penurunan, namun kembali naik pada satu minggu terakhir. Dia pun menyebut, terjadi penurunan proporsi penemuan kasus pada klaster perkantoran selama satu minggu terakhir.

“Akan tetapi, terjadi peningkatan kasus pada klaster keluarga atau pemukiman. Kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan rumah dan penguatan RT/RW/kader diperlukan,” kata Anies dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Anies memastikan, fasilitas kesehatan yang tersebar di ibu kota juga terus ditingkatkan, dari 67 RS rujukan saat ini menjadi 98 RS rujukan, dilengkapi 5.719 tempat tidur isolasi dan 766 tempat tidur ICU. Menurutnya, tercatat pada 10 Oktober 2020, tempat tidur isolasi Covid-19 terpakai sebesar 66 persen dan tempat tidur ICU Covid-19 sebesar 67 persen.

  • Pemprov DKI Klarifikasi, Sekolah Belum Dibuka Saat PSBB Transisi

Penurunan keterpakaian tempat tidur tersebut dapat dilihatpada perbandingan dengan pekan sebelumnya pada 13 September rawat inap 3.190 atau 75 persen dan ICU 493 atau 83 persen. Sedangkan pada 4 Oktober 2020 rawat inap sebanyak 4.076 atau 72 persen dan ICU 553 atau 72 persen.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan secara mendisiplinkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak. Selain itu, juga secara terus menerus mentracing dengan tes PCR, pada periode 3 – 9 Oktober, jumlah orang yang dites PCR mencapai 63.474, setara dengan testing rate 6 per-1.000 penduduk dalam satu minggu (6 kali lipat melebihi rate minimum yang ditetapkan WHO).

“Berdasarkan indikator yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat Pusat, saat ini Jakarta juga sudah berada pada tingkat risiko sedang (skor: 2,095) dibandingkan pada 13 September berada pada tingkat risiko tinggi (skor: 1,4725). Penilaian dari FKM UI dengan indikator Epidemiologi, Kesehatan Publik, Fasilitas Kesehatan juga menunjukan perbaikan pada 4 Oktober dengan skor 67 dibandingkan pada 13 September dengan skor 58,” pungkasnya.