Anggota Komisi II DPR Asumsikan Jumlah Pemilih Pilwali Surabaya Turun

Anggota Komisi II DPR Asumsikan Jumlah Pemilih Pilwali Surabaya Turun

Terbaiknews - Suasana kunker di Balai Kota Surabaya pada Senin (23/11). (Istimewa)

–Anggota Komisi II DPR Arief Wibowo melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya. Arief didampingi Bawaslu, KPU, pemerintah kota dan provinsi, mengunjungi balai kota pada Senin (23/11).

Arief menyatakan, dalam kunjungan tersebut, dia melihat potensi penurunan pemilih dalam kontestasi Pilwali 2020 akan terjadi secara drastis. ”Dari 69 negara di luar Indonesia, hanya dua negara yang mengalami peningkatan partisipasi pemilih. itu pun hanya 5 persen,” ungkap Arief.

Menurut Arief, secara umum berdasar riset yang dilaksanakan di kota-kota besar, akan terjadi penurunan dalam jumlah pemilih. Hal penting yang harus diperhatikan apabila ingin mempertahankan jumlah pemilih nasional yang saat ini sekitar 77 persen, adalah kerja ekstra pihak penyelenggara (KPU) untuk bisa memberikan sosialisasi, mendorong serta menggerakkan pemilih supaya datang ke TPS.

”Kalau pemilih mau dijaga jumlahnya atau bahkan ditingkatkan, ya pihak penyelenggara harus bekerja ekstrakeras biar warga pada datang ke TPS,” ujar Arief.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau warga Surabaya untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember. Pada masa pandemi, tiap TPS harus menyiapkan protokol kesehatan. Bahkan protokol diperketat dengan menyediakan beberapa fasilitas seperti alat pencoblos dan fasilitas cuci tangan.

”Warga juga bisa bawa sarung tangan sendiri, bahkan bawa bolpoin sendiri untuk mencoblos saat di TPS. Tapi sebenarnya, kita juga akan menyediakan sarung tangan di tempat, jadi jangan ragu dan datang mencoblos,” tutur Risma.

Dia juga berharap warga Kota Surabaya tidak golput. ”Masyarakat jangan golput. Kalau sampai golput, warga Surabaya sendiri yang rugi. Ayo ke TPS tanggal 9 nanti,” ucap Risma.

Saksikan video menarik berikut ini: