Anggaran Dipangkas, Proyek Kereta di RI Bakal Jalan Lambat!

Anggaran Dipangkas, Proyek Kereta di RI Bakal Jalan Lambat!

Terbaiknews - JakartaCNBC Indonesia - Pemotongan anggaran (refocusing) di Kementerian Perhubungan membuat...

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemotongan anggaran (refocusing) di Kementerian Perhubungan membuat beberapa proyek tertunda. Di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mendapat pemotongan anggaran sebesar Rp 2,89 triliun atau 26,3% dari pagu.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, menjelaskan sehingga sisa anggaran dari pagu awal di tahun ini menjadi Rp 8,11 triliun dari Rp 11 triliun.

"Oleh karena itu untuk memenuhi target refocusing, terdapat beberapa kegiatan yang awalnya masuk pengecualian refocusing namun harus dilakukan pengurangan anggaran. Kegiatan itu tidak dihapuskan tapi dikurangi porsinya," katanya, Kamis (28/1).


Di antaranya adalah pelayanan subsidi perintis perkeretaapian, infrastructure maintenance operation yang dikontrakkan PT Kereta Api Indonesia, kegiatan pendukung kegiatan program SBSN yang bisa ditunda antara lain penyiapan lahan Bekasi - Cikarang, Bogor - Sukabumi, Kiaracondong - Cicalengka, dan penyiapan dokumen perencanaan dan pendukung.

Kegiatan prioritas yang masih bisa ditunda, pembangunan jalan layang ka Medan - Binjai, Pembayaran LRT Sumsel, Pembangunan jalur ganda Solo - Semarang fase I, pembangunan/reaktivasi jalur ka menuju Tanjung Mas, penertiban lahan untuk jalur ganda

Adapun untuk kegiatan pendukung peningkatan pelayanan dan keselamatan antara lain penanganan pembongkaran dan perkuatan tanah pada underpass BH 1155 Bumiayu - Kretek, fasilitas pendukung di Bandara Adi Soemarmo,pembangunan underpass Prupuk - Linggapura.

Selanjutnya, pembangunan JPO Prupuk - Linggapura, penggantian BH 374 Bayeman - Probolinggo, pekerjaan utilitas dan penyempurnaan stasiun Bandar Tinggi - Kuala Tanjung, penguatan kestabilan lereng dan perlintasan sebidang.

Adapun target penyerapan anggaran Dirjen Perkeretaapian pada tahun ini ditarget 96,34%. Zulfikri mengatakan dengan adanya refocusing tentu mempengaruhi target pemenuhan pencapaian program prioritas nasional dan kegiatan strategis.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)