Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

Terbaiknews - Kabupaten TangerangIDN Times - Marniasihwarga Pantai Tanjung KaitKabupaten TangerangBanten,...

Kabupaten Tangerang, IDN Times - Marniasih, warga Pantai Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, Banten, sempat mendengar suara gemuruh saat Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 dikabarkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekira pukul 14.40 WIB.

"Waktu itu kondisi pantai lagi ramai karena Sabtu," ujar Marniasih saat ditemui IDN Times di Pantai Tanjung Kait, Senin (11/1/2021).

1. Terlihat kilat aneh dari langit Pulau Lancang

Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air JatuhIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Saat itu, Marniasih tengah melayani seorang pembeli rokok di warungnya. Tiba-tiba terlihat seperti kilat dari arah Pulau Lancang yang memang terlihat dari pantai tempat dia berdagang.

"Kilatnya aneh, biasanya kan kalau kilat kaya nyamber gitu ya, gimana sih kalau petir, terus warnanya kan kuning gitu biasanya, tapi waktu itu tuh kayak sekali doang, kayak sinar gitu terang banget," ujar perempuan 50 tahun itu.

Saat itu, tidak hanya Marniasih yang melihat fenomena aneh tersebut, namun pengunjung juga melihat hal sama. "Banyak yang lihat, pada kaget juga," tutur dia.

2. Warga juga mendengar gemuruh seperti ledakan

Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air JatuhIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Usai melihat cahaya seperti kilat tersebut, Marniasih mendengar suara gemuruh seperti suara ledakan. Saat itu, dia mengira suara itu hanya suara petir biasa.

"Suaranya besar sekali, kaya ledakan gitu, kan kalau gemuruh geluduk (petir) gitu kan ngeberebet (menyambar) ya, kalau ini tuh cuma sekali, 'jeger' gitu, semua pengunjung kaget malahan anak-anak yang lagi berenang disuruh naik semua, karena ada takut petir lagi," beber dia.

3. Belakangan warga akhirnya tahu ada pesawat Sriwijaya Air jatuh

Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air JatuhIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Marniasih baru mengetahui adanya pesawat jatuh menjelang Sabtu malam. Sebab, banyak petugas yang datang dan menyiapkan perahu.

"Saya waktu itu gak mikir macam-macam sih, ngiranya ya petir dan geluduk karena hujan, soalnya posisinya langit gelap banget dan hujan rintik-rintik," tuturnya.

Marniasih berharap, seluruh korban Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 segera ditemukan. "Ya semoga aja cepat ditemukan, karena pas saya denger aja saya langsung kaget, sedih gitu rasanya," kata dia.

4. Kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air

Ada Kilatan, Begini Kesaksian Warga saat Sriwijaya Air JatuhInfografis Pesawat Sriwijaya Air (SJY 182) yang Jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 (IDN Times/Arief Rahmat)H

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut mengangkut 62 orang, terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, serta 12 kru pesawat.

Berikut kronologi menurut Kementerian Perhubungn, bersama denganstakeholderterkait seperti Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Sriwijaya Air, TNI, dan Polri:

• Pesawat Sriwijaya SJY 182take offdari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

• Pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

• Pukul 14.40 WIB, Jakarta Approach melihat pesawat Sriwijaya Air tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut (North West), oleh karenanya ditanya oleh ATC untuk melaporkan arah pesawat.

• Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik, pesawat hilang dari radar. Manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Bandara tujuan, dan instansi terkait lainnya.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817. Ada juga posko di Terminal 2D kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta juga membuka saluran khusus insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dan layanan psikologi bagi keluarga korban, dengan nomor hotline 0812 3503 9292.