Ada 603 Kasus Korona di Jakarta, Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Ada 603 Kasus Korona di Jakarta, Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Terbaiknews - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat virus korona jenis baru (COVID-19) hingga 19 April 2020. Hal ini dilakukan karena angka kasus COVID-19 di ibu kota semakin memprihatinkan.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya Jayakarta. Dalam rapat tersebut dibicarakan langkah-langkah yang akan terus dilakukan guna mencegah penyebaran virus Korona.

Berdasarkan data pemprov DKI Jakarta, kasus positif COVID-19 di ibu kota hingga 28 Maret 2020 sudah terkonfirmasi sebanyak 603 kasus dengan korban meninggal 62 orang. Dari 603 kasus yang terjadi, 61 di antaranya adalah tenaga medis di 26 rumah sakit di Jakarta.

“Status tanggap darurat di Jakarta akan kita perpanjang yang semula sampai dengan tanggal 5 April, maka diperpanjang sampai dengan 19 April,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (28/3).

Dengan demikian, maka imbauan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk instansi daerah maupun swasta akan dilanjut menyesuaikan dengam status tanggap darurat. Begipula penutupan bagi tempat-tempat wisata di Jakarta.

“Kegiatan belajar mengajar (KBM) juga diperpanjang. Semuanya mengikuti status tanggap darurat yang diperpanjang sampai 19 April 2020,” imbuh Anies.

Mantan Mendikbud itu menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap berdiam diri di rumah selama masa tanggap darurat. “Jangan bepergian, kecuali untuk kegiatan yang esensial, (seperti, Red) terkait dengan kebutuhan bahan pokok dan kesehatan. Tetapi di luar itu, kami minta untuk tetap tinggal di rumah,” pungkas Anies.