2.000 Orang Ikuti Sidang Pelanggaran Protokol Kesehatan di Sidoarjo

2.000 Orang Ikuti Sidang Pelanggaran Protokol Kesehatan di Sidoarjo

Terbaiknews - –Sebanyak 2.000 orang mengikuti sidang pelanggaran protokol kesehatan di Kabupaten Sidoarjo,...

–Sebanyak 2.000 orang mengikuti sidang pelanggaran protokol kesehatan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka terjaring razia selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap pertama.

”Hari ini (28/1) mereka mengikuti sidang terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan, seperti berkerumun dan juga tidak mengenakan masker,” kata Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono seperti dilansir dari Antara di GOR Indoor Tennis Kabupaten Sidoarjo, Kamis (28/1).

Dia mengatakan, pemilik usaha yang mengabaikan penyediaan prasarana protokol kesehatan juga ditindak tegas dan disidangkan dalam kesempatan itu.

”Salah satunya rumah makan di kawasan Kota Sidoarjo yang masih saja membandel tidak mengindahkan peringatan petugas untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Hudiyono.

Dia menjelaskan, setiap hari petugas gabungan Polisi, TNI, Satpol PP, dan Dishub melakukan operasi di titik-titik keramaian. Hasilnya ribuan pelanggar protokol kesehatan ditindak.

”Setiap pelanggar didenda sekitar Rp 100 ribu sampai dengan Rp 250 ribu atau menjalani hukuman kurungan penjara selama tiga hari sampai sepekan,” ucap Hudiyono.

Menurut dia, ada salah satu rumah makan yang terkena denda Rp 10 juta. Sebelumnya telah mendapat peringatan teguran karena di tempat usahanya tidak menerapkan protokol kesehatan.

”Terjadi kerumunan pengunjung dan buka melebihi batas waktu jam malam,” terang Hudiyono.

Hudiyono mengimbau selama pelaksanaan PPKM jilid dua, para pengusaha kafe, resto, rumah makan, serta toko swalayan modern, betul-betul mematuhi aturan. Pihaknya tidak ingin ada lagi rumah makan yang didenda karena tidak patuhi aturan PPKM dan abai prokes.

”Tingginya angka pelanggar prokes selain karena masifnya operasi gabungan juga kurangnya warga disiplin. Rata-rata mereka yang terjaring ini karena tidak memakai masker dengan benar. Maskernya diturunkan,” ujar Hudiyono.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menyatakan, tidak segan-segan menutup tempat usaha yang bandel tidak patuh aturan PPKM jilid dua. ”Gugus tugas sudah sepakat jika ada rumah makan atau kafe yang bandel sudah ditegur tapi masih melanggar, akan kami tutup usahanya,” ujar Sumardji.

Saat ini, kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 ruang isolasinya sudah overload. Tingkat kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan naik 10 persen. Masyarakat diminta tidak meremehkan protokol kesehatan. Di Sidoarjo sampai dengan hari ini (28/1) jumlah pasien positif terpapar Covid-19 sebanyak 8.923 orang. Dari jumlah tersebut, yang sembuh sebanyak 8.160 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 557 orang.

Saksikan video menarik berikut ini: