Warga Muara Angke Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Banjir Rob

Warga Muara Angke Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Banjir Rob

Terbaiknews - KOMPAS.com - Sudah beberapa hari ini kawasan Muara AngkePluitJakarta Utara dilanda banjir rob...

, KOMPAS.com - Sudah beberapa hari ini kawasan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara dilanda banjir rob atau banjir akibat pasang naik air laut.

Namun banjir rob itu tidak mengurungkan niat Haji Sanusi, warga RW 022, Muara Angke untuk tetap menikahkan putri keempatnya,Mahiyatusoleha,pada Rabu (18/11/2020) ini.

Di tengah genangan banjir setinggi 15 cm, pesta pernikahaan pasangan Mahiyatusoleha dan suaminya, Herri, tetap berlangsung.

Sanusi mengatakan, sebagai warga yang telah tinggal di daerah itu sejak 1993, ia sudah memprediksi adanya banjir rob. Namun, prediksinya tetang waktu terjadinya rob meleset.

"Jadi kami orang lama, ini air musiman sebenarnya kalau disiasati sih bisa," kata Sanusi kepada Kompas.com di sela-sela acara pernikahan itu.

Sumbatan Sampah Bikin Muara Angke Banjir Rob, Lurah: Warga Tak Mau Sadar

"Dua hari sebelumnya kan memamg sudah seperti ini namun berharap tinggi air enggak seperti ini. Ya acaranya lanjut apapun itu namanya sudah risiko bahwa kondisi kami sudah seperti ini," tambah dia.

Para tamu undangan yang hadir cukup ramai, mereka mengantre untuk bersalaman dengan kedua mempelai.

Seorang ibu tampak santai menikmati hidangan meski bagian bawah gaun birunya terendam banjir.

"Seru, seumur-umur baru ini pesta banjir-banjiran tapi seru," ujar seorang tamu kepada Sanusi.

Acara akad nikah sempat molor setengah jam karena banjir naik. Sanusi mengatakan, tinggi air bisa lebih tinggi saat sore nanti.

Sanusi bercerita, pihak besannya sempat keberatan pesta pernikahan itu digelar di rumahnya. Tetapi setelah berunding, kedua keluarga mempelai akhirnya sepakat.

Banjir Rob di Muara Angke Disebabkan Lumpur hingga Cor Beton yang Sumbat Selokan

"Walaupun pihak besan ada keinginan untuk bikin di gedung, tapi kami itu penginnya aslinya di sini. Memang mereka keberatan namun yang namanya kedua belah pihak harus kesepakatan, musyawarah, ya sudahlah kami punya ini apapun yang terjadi," ujar Sanusi.

Sanusi menyebar 2.000 undangan untuk pernikahaan putrinya itu. Acara itu dihadiri keluarga besarnya dan masih akan berlangsung hingga malam hari nanti.