PSBB Transisi Jakarta Jilid II, GOR Dibuka tapi Tak Boleh Ada Penonton

PSBB Transisi Jakarta Jilid II, GOR Dibuka tapi Tak Boleh Ada Penonton

Terbaiknews - - Gedung Olahraga (GOR) ruangan tertutup atau indoor kembali diizinkan beroperasi di masa...

, - Gedung Olahraga (GOR) ruangan tertutup atau indoor kembali diizinkan beroperasi di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan dalam paparan tertulis, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi saat GOR dibuka kembali, salah satunya tidak diperbolehkan adanya penonton di dalam arena olahraga yang dibuka.

"Tanpa dihadiri penonton," kata Anies dalam pemaparan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Aturan lainnya yaitu GOR hanya boleh dikunjungi dengan 50 persen pengunjung dari kapasitas maksimal.

Taman Rekreasi Buka Saat PSBB Transisi, Pembelian Tiket Wajib lewat Daring

"Menerapkan SOP secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama," ujar Anies.

Pengelola juga harus mengatur alur pergerakan orang yang berada di dalam arena dan menjaga jarak minimal dua meter.

Petugas diwajibkan menggunakan masker, face shield dan sarung tangan. Terakhir, jam operasional dibatasi dari pukul 06.00-21.00.

Berbeda dengan GOR indoor, fasilitas olahraga ruang terbuka atau outdoor tidak ada kewajiban untuk meniadakan penonton.

Selain itu, ada dua aturan tambahan yang diwajibkan di fasilitas olahraga luar ruangan, yaitu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah berolahraga dan wajib menggunakan peralatan olahraga pribadi.

PSBB Transisi, Pengunjung Pusat Kebugaran Maksimal 25 Persen Kapasitas

Seperti diketahui Jakarta kembali menerapkan PSBB Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan mulai 12-25 Oktober 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan beberapa indikator dan memutuskan untuk melonggarkan kembali PSBB.

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap," kata dia.