Perajin Mengaku Bangga Ondel-ondel Dipakai Mengamen

Perajin Mengaku Bangga Ondel-ondel Dipakai Mengamen

Terbaiknews - KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan alat mengamen...

, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan alat mengamen mendapat penolakan dari para perajin.

Renggo, salah satu perajin ondel-ondel dari Sanggar Respal di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat mengatakan, larangan itu dapat mengurangi pendapatan para perajin dalam menyewakan ondel-ondel.

Dia mengakui bahwa pihaknya memang menyewakan ondel-ondel kepada warga sekitar untuk berkeliling di jalanan.

Hal itu terpaksa dilakukan, sebab pendapatan dari pesanan dan penyewaan ondel-ondel sangat tidak menentu tiap bulannya.


"Kita di sini bangga ngamen ondel-ondel di jalanan, kita bangga, karena kita melestarikan ondel-ondel, supaya ondel-ondel banyak dikenal masyarakat luas. Mereka (pemerintah) tidak pernah saja turun ke jalan, mereka pikir jeleknya saja," kata Renggo di lokasi, Minggu (16/2/2020).

Pemprov DKI Ingin Larang Ondel-ondel Dipakai Mengamen, Perajin: Ini soal Perut

Dia menambahkan, selama ini pihaknya tidak pernah mendapat penolakan ketika berkeliling di jalanan dengan menggunakan ondel-ondel.

Para perajin juga menilai bahwa selama ini pemerintah tidak pernah memberi perhatian kepada para perajin ondel-ondel.

"Ini soal perut, soal hidup. Kita kan tidak mengganggu, kita cari uang halal. Kalau cuma andalkan pesanan atau sewa ondel-ondel tidak cukup, kita juga dapat pesanan seringnya dari swasta. Pemerintah tidak pernah kasih perhatian ke kita, kita jalan sendiri untuk cari nafkah," ujar Renggo.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta berencana merevisi Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Revisi ini bertujuan untuk melarang penggunaan ondel-ondel sebagai alat mengamen.

Larang Ondel-ondel Keliling, Pemprov DKI Siapkan Kajian Revisi Perda

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengatakan, larangan tersebut akan dimasukkan ke dalam Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi.