Janji, Kritik, hingga Serangan Pradi-Afifah dalam Debat Pilkada Depok...

Janji, Kritik, hingga Serangan Pradi-Afifah dalam Debat Pilkada Depok...

Terbaiknews - DEPOKKOMPAS.com - Dalam debat perdana Pilkada Depok 2020pasangan calon wali kota dan wakil wali...

DEPOK, KOMPAS.com - Dalam debat perdana Pilkada Depok 2020, pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia menyampaikan sejumlah poin-poin janji kampanye serta melontarkan pertanyaan serta sindiran kepada lawan debat yaitu Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.

Debat ini disiarkan langsung di stasiun televisi iNews dan dapat juga disaksikan melalui kanal resmi YouTube KPU Kota Depok, Minggu (22/11/2020).

Debat publik perdana Pilkada Depok 2020 mengambil tema tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan hukum dalam era kebiasaan baru.

Baik Pradi maupun Afifah menyampaikan pendapatnya dengan menggunakan perspektif masyarakat dan juga pengalaman sebagai petahana.

Duel Seru Saling Sikut Wali Kota Depok dan Wakilnya di Debat Perdana Pilkada...

Sejak awal debat, Pradi sudah memanfaatkan waktu untuk menyoroti masalah klasik di Kota Depok dan juga menyampaikan visi misinya.

Berikut poin-poin yang disampaikan oleh pasangan Pradi-Afifah dalam debat perdana Pilkada Depok 2020.

1. Soroti lima masalah

Di awal debat, Pradi menyebutkan, Kota Depok masih menyisakan masalah-masalah klasik yang belum terselesaikan selama hampir 15 tahun terakhir.

Menurut Pradi, ada lima masalah utama yang ada di Kota Depok, Jawa Barat yang harus dibenahi.

Pradi menyebutkan, masalah pertama adalah soal kesehatan masyarakat di masa pandemi Covid-19 dan dampak-dampak secara ekonomi.

Kemudian, Pradi menyoroti masalah-masalah tentang bantuan sosial yang tak merata dan tak tepat sasaran.

“Kemudian yang kedua, adalah masalah pendidikan. Pendidikan menjadi yang krusial bagi kita semua. Tingginya biaya pendidikan, dan kedua sarana prasarana yang tak merata,” tambah Pradi.

Tutup Debat Pilkada Depok, Pradi-Afifah Sampaikan Janji Bantuan Rp 500 Juta untuk RT RW hingga Ambulans

Masalah ketiga yang disoroti Pradi adalah kemacetan, banjir, dan sampah. Menurut Pradi, kemacetan di Kota Depok sudah diketahui bersama masyarakat.

“Sampah masih banyak warga yang belum terangkut. Banjir, Depok, hujan sedikit saja, nampaknya sudah banjir,” tambah Pradi.

Masalah keempat yang disoroti Pradi adalah birokrasi di Kota Depok.

“Yang kelima persoalan kriminalisasi. Kita akan kerjasama dengan berbagai pihak bagaiamana menekan angka kriminal Kota Depok,” ujar Pradi.

2. Standar pelayanan pengurusan izin tak jelas

Permasalahan tak jelasnya standar pengurusan izin sehingga menyebabkan banyaknya pungutan liar di Kota Depok.