Cegah Banjir di Cikoding, Pemkot Jakarta Utara Kelola Debit Air Kali Cakung Lama

Cegah Banjir di Cikoding, Pemkot Jakarta Utara Kelola Debit Air Kali Cakung Lama

Terbaiknews - - Pemerintah Kota Jakarta Utara terus berupaya melakukan pencegahan banjir musim penghujan di...

, - Pemerintah Kota Jakarta Utara terus berupaya melakukan pencegahan banjir musim penghujan di kawasan Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading (Cikoding).

Selain fokus pada pembangunan Kali Bukit Gading Raya (BGR), pengelolaan debit air Kali Cakung Lama menjadi solusi agar pemukiman penduduk tak terlimpas volume air.

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan, pengelolaan debit air di Kali Cakung lama menjadi salah satu solusi dalam pencegahan banjir di musim penghujan bagi kawasan Cikoding.

Minggu Siang, 42 RT di DKI Masih Terendam Banjir, 279 Jiwa Mengungsi

“Fungsi Kali Cakung Lama ini merupakan saluran pembuangan pemukiman warga. Kali mengalir di tiga kecamatan, yaitu Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading. Solusinya kita ingin mengelola debit airnya. Jadi harus ada manajemen debit air, mengurangi volume air yang melimpah dari Kali Cakung Lama,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Pengelolaan debit air Kali Cakung Lama dinilainya lebih sederhana dibandingkan membangun trase kali ideal yang membutuhkan biaya dan kerja ekstra.

Solusi itu pun, merupakan hasil diskusi dengan para ketua Rukun Warga (RW) bersama tim teknis Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Adminitrasi Jakarta Utara, serta Camat dan Lurah.

Demi Hindari Banjir dan Penyebaran Covid-19, Warga Bantaran Kali Rawa Rengas Diimbau Bersedia Direlokasi

“Pembangunan Kali Cakung Lama untuk bisa memenuhi trase ideal cukup memerlukan biaya maupun kerja yang sangat besar. Karenanya jauh lebih sederhana kalau kita memanajemen debit airnya. Bersama-sama dengan para ketua RW, berdasarkan pengalaman beliau dan dibantu teknis dari Sudin SDA mencoba merumuskan hal terbaik sehingga debit air di Kali Cakung Lama ini terkelola,” jelasnya.

Sigit menyebutkan, pengelolaan debit air ini pun dengan memastikan kesiapan mesin pompa dan operator.

Mesin pompa dipastikan dapat beroperasi optimal selama 24 jam. Selain itu, penambahan operator pompa juga dilakukan selama musim penghujan.

“Tadi kami juga inspeksi ke rumah pompa Kelapa Gading yang dikelola PT. Summarecon. Kami berterimakasih karena petugas maupun operator stanby (siap). Namun sesuai peningkatan intensitas curah hujan, kami juga akan melakukan penambahan jumlah personel (operator) agar bisa cepat merespon kenaikan volume air saat hujan sehingga performa mesin pompa dapat optimal selama 24 jam,” tutupnya.