WHO Catat Rekor Peningkatan Harian Covid-19

WHO Catat Rekor Peningkatan Harian Covid-19

Terbaiknews - OA_show('Banner - Carpet Banner'); Begin Dable...
Begin Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]
End Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor peningkatan kasus virus korona baru (covid-19) global, Jumat (24/7), naik 284.196 dalam 24 jam. Amerika Serikat (AS) dan Brasil menyumbang hampir setengah dari total.

Kematian akibat covid-19 naik 9,753, kenaikan satu hari terbesar sejak rekor tertinggi 9.797 kematian pada 30 April. Rekor WHO sebelumnya untuk kasus baru ialah 259.848 pada 18 Juli.

WHO melaporkan 69.641 kasus baru di Amerika Serikat, 67.860 di Brasil, 49.310 di India, dan 13.104 di Afrika Selatan. Peningkatan terbesar dalam kematian baru ialah 3.876 di Peru, 1.284 di Brasil, 1.074 di Amerika Serikat, 790 di Meksiko, dan 740 di India.

Peru baru-baru ini meninjau data covid-19 dan dalam satu hari meningkatkan jumlah kematian totalnya sebanyak 3.000 menjadi lebih dari 17.000 kematian.

India pada 17 Juli menjadi negara ketiga di dunia yang mencatat lebih dari 1 juta kasus covid-19, di belakang AS dan Brasil. Kasus di Brasil melampaui angka 2 juta pada 16 Juli, dua kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan saat negara itu menambahkan hampir 40.000 kasus baru per hari.

AS yang memimpin dunia dengan lebih dari 4 juta kasus juga telah mencoba untuk mengekang wabah di tingkat negara bagian dan lokal dengan keberhasilan yang terbatas.

WHO menyatakan keprihatinan atas kebangkitan kasus covid-19 di Benua Eropa. WHO mengatakan negara-negara harus memberlakukan pembatasan yang lebih ketat jika perlu.

Jumlah infeksi di Eropa melampaui 3 juta pada Kamis lalu, seperlima dari kasus dunia. Kebangkitan di Eropa mendorong WHO membunyikan alarm atas penyebaran ketika Inggris bergabung dengan Prancis, Jerman, dan Austria dalam memperketat aturan tentang masker dan meluncurkan pengujian yang lebih besar.

Seorang gadis berusia tiga tahun minggu ini meninggal di Belgia menjadi korban virus termuda di negara itu.

“Kebangkitan baru-baru ini dalam kasus covid-19 di beberapa negara setelah pelonggaran langkah-langkah fi sik jarak jauh tentu memprihatinkan,” seorang juru bicara WHO Eropa mengatakan kepada AFP. (France 24/AFP/Hym/I-1)

Mulai Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (in-article) Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (end in-article)