Warga Uganda Lebih Banyak Dibunuh Polisi Ketimbang Virus Corona

Warga Uganda Lebih Banyak Dibunuh Polisi Ketimbang Virus Corona

Terbaiknews - Setidaknya 12 warga Uganda meninggal dunia di tangan polisi yang betugas menegakkan pembatasan sosial demi menekan penyebaran virus Corona.

Fakta menarik sekaligus menyedihkan muncul di Uganda. Warga dari negara Afrika itu lebih banyak meninggal dunia akibat ulah polisi dibanding infeksi virus Corona.

Menyadur BBC, Kamis (23/7/2020), setidaknya 12 warga Uganda meninggal dunia di tangan polisi yang betugas menegakkan pembatasan sosial demi menekan penyebaran virus Corona.

Ironisnya, virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 yang ditakuti itu tercatat belum sekalipun merenggut nyawa warga Uganda.

Kekerasan polisi dan otoritas keamanan di Uganda bermuara pada penerapan jam malam untuk menekan angka penyebaran virus Corona.

Namun, berbagai kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), menuding kebijakan itu justru menjadi malapetaka lantaran digunakan polisi untuk membenarkan tindakan melanggar HAM.

"Kami telah menemukan bahwa pasukan keamanan telah menggunakan Covid-19 dan langkah-langkah diberlakukan untuk mencegah penyebarannya sebagai alasan untuk melanggar hak asasi manusia," kata Oryem Nyeko, seorang peneliti untuk Human Rights Watch.

Masalah kekerasan yang dilakukan petugas keamanan Uganda disebut-sebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, tak hanya di masa pandemi Covid-19.

Salah satu yang menjadi faktor pemicu kesewenang-wenangan polisi adalah kurangnya pelatihan dan sumber daya manusia (SDM) yang baik.

Otoritas keamanan yang tergabung di Local Defence Unit (LDU), diketahui telah melakukan aksi pembunuhan atas warga Uganda bernama Robert Senyonga.

Robert meninggal setelah kepalanya dibukul gagang senjata api anggota LDU saat tengah mengendarai sepeda motornya.