Perlu Adanya Tiga Unsur ini Agar BUMdes Dapat masuk ke Ekosistem Ekonomi Digital

Perlu Adanya Tiga Unsur ini Agar BUMdes Dapat masuk ke Ekosistem Ekonomi Digital

Terbaiknews - Wakil Menteri DesaPembangunan Daerah Tertinggaldan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

, JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, menyebutkan ada tiga unsur untuk menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (Bumdes) masuk ekosistem ekonomi digital.

Menurutnya, tiga unsur tersebut adalah infrastruktur digital seperti internet, layanan transportasi logistik ke desa-desa, dan juga platform digital untuk Bumdes ini.

"Tiga unsur ini masih menjadi masalah bagi Bumdes yang di dalamnya ada pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk dapat masuk ke ekosistem ekonomi digital," kata Budi dalam webinar Sonora FM, Sabtu (25/7/2020).

Budi menjelaskan, untuk infrastruktur internet saja saat ini dari 74 ribu desa masih ada 13.477 desa yang belum mendapatkan akses untuk mendukung ekonomi digital.

"Jadi bagaimana para UMKM ini bisa masuk ke pasar digital, apabila infrastruktur seperti internetnya saja belum memadai di desa-desa," ujar Budi.

Selain itu, Budi juga menyinggung layanan logistik ke desa-desa masih menjadi masalah untuk para UMKM mengirimkan produk mereka yang dipesan dari luar daerah.

"Layanan transportasi logistik ini sering diabaikan, bagaimana mereka bisa memenuhi pemesanan apabila untuk melakukan perpindahan barang saja sangat sulit dan butuh waktu yang cukup lama," kata Budi.

Setelah dua unsur itu terpenuhi di desa-desa, lanjut Budi, barulah berbicara platform digital untuk mewadahi para pengusaha UMKM agar dapat masuk ke ekosistem ekonomi digital.

Budi juga mengungkapkan, saat ini dalam industri ekonomi digital Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk-produk import saja.

"Toko online 90 persen barangnya import, dan Indonesia menjadi pasar untuk barang-barang tersebut," kata Budi.

Tetapi Budi juga menyebutkan, saat ini angka barang import yang ada di toko online sudah mulai turun menjadi 75 persen saja.