Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Iran Larang Perjalanan Domestik

Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Iran Larang Perjalanan Domestik

Terbaiknews - OA_show('Banner - Carpet Banner'); Begin Dable...
Begin Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]
End Dable in-article Widget / For inquiries, [email protected]

Pemerintah Iran telah melarang perjalanan domestik dan memperingatkan mengenai "gelombang kedua" dari wabah virus covid-19 ketika jumlah kematian akibat virus itu melewati 2.000.

Dikutip dari BBC, Kamis (26/3), juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei menyesalkan bahwa beberapa orang telah mengabaikan saran dengan bepergian selama liburan tahun baru Nowruz. Akibatnya, lanjut Rabiei, warga tidak akan lagi bisa meninggalkan kota mereka dan akan segera menghadapi pembatasan lainnya.

Para pemimpin Iran sejauh ini menentang pemberlakuan lockdown. Mereka bersikeras bahwa semua langkah yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran covid-19 telah diambil, meskipun banyak warga Iran menyatakan kekhawatirannya.

Pada Rabu (25/3), juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour melaporkan 143 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Alhasil total angka kematian menjadi 2.077 sejak pertengahan Februari.

Ia mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat 2.206 menjadi 27.017, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Jumlah Korban Tewas Akibat Covid-19 di Iran Capai 611 Orang

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan meminta warga Iran untuk tetap di rumah selama tahun baru Nowruz daripada mengunjungi keluarga mereka atau melakukan perjalanan.

"Sayangnya beberapa warga Iran mengabaikan saran dari para pejabat Kementerian Kesehatan dan melakukan perjalanan selama liburan tahun baru," tukas Rabiei. "Itu bisa menyebabkan gelombang kedua virus covid-19," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan sekarang akan menghentikan warga yang bepergian antarkota. Dan, peraturan baru akan segera dikeluarkan untuk membantu menahan penyebaran covid-19.

"Kami akan memperketat peraturan kami jika warga tidak mematuhi peraturan baru," katanya. (BBC/OL-14)

Mulai Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (in-article) Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi [email protected] (end in-article)